Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Targetkan Swasembada Gula, Pemerintah Bongkar Ratoon di Kabupaten Malang

Mahmudan • Kamis, 6 November 2025 | 18:40 WIB
GENJOT PRODUKSI: Bupati Malang H M. Sanusi melakukan tanam perdana tebu bongkar ratoon di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang kemarin (5/11)
GENJOT PRODUKSI: Bupati Malang H M. Sanusi melakukan tanam perdana tebu bongkar ratoon di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang kemarin (5/11)

BULULAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggenjot produksi gula kristal. Demi mewujudkannya, pemerintah pusat memfasilitasi bongkar ratoon atau penanaman kembali lahan tebu. Kemarin (5/11), tanam tebu perdana seluas 1 hektare dilaksanakan di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Abdul Roni Angkat menyampaikan, selama ini gula kristal putih untuk konsumsi masih impor. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen menunjukkan bahwa swasembada gula bisa dicapai. “Kabupaten Malang itu potensinya 15.000 hektare lahan untuk bisa ditanam,” ucapnya setelah rapat koordinasi bongkar ratoon kemarin.

Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang mengungkap, dari 1.164 hektare lahan yang diusulkan, hanya 400 hektare yang siap tanam. Sedangkan yang sudah ditanami sekitar 76 hektare. Program tersebut akan berlanjut hingga 2026 dan 2027 mendatang.

Dalam menyukseskan swasembada gula tersebut, pemerintah pusat juga menyediakan bantuan lainnya. Seperti bantuan penanaman, pengolahan, pupuk bersubsidi jenis ZA, hingga kemudahan memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Untuk mendapat KUR, tetap bisa meskipun ada kredit lain dan tidak ada BI checking. Nominal pengajuannya maksimal Rp 500 juta,” imbuhnya. Dengan bantuan tersebut, diharapkan pelaksanaan swasembada gula dapat terus berjalan tanpa kendala. Sehingga tahun depan, sudah tidak ada lagi impor gula.

Terpisah, Bupati Malang H M. Sanusi menyampaikan, adanya program bongkar ratoon tersebut dapat meningkatkan produksi tebu masyarakat. “Jika biasanya produksinya hanya di bawah 100 ton per hektare, dengan adanya bongkar ratoon ini bisa mencapai 150 ton per hektare,” kata Sanusi.

Dengan demikian, kesejahteraan petani juga semakin meningkat. Selain itu, Kabupaten Malang bisa berkontribusi dalam mendukung program swasembada gula yang digagas pemerintah pusat. Pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya petani tebu supaya dapat meningkatkan produktivitasnya. (yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#Kementan #DTPHP #Pemkab Malang #plt