Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pria Kemiri Ditemukan Tewas Tergantung

Aditya Novrian • Senin, 24 November 2025 | 18:18 WIB
DIDUGA FRUSTASI: Polsek Jabung melakukan olah TKP terhadap jenazah Poniman yang ditemukan gantung diri di kebun warga.
DIDUGA FRUSTASI: Polsek Jabung melakukan olah TKP terhadap jenazah Poniman yang ditemukan gantung diri di kebun warga.

JABUNG - Warga Desa Kemiri, Kecamatan Jabung dibuat geger kemarin (23/11). Dalam salah satu perkebunan warga di Desa tersebut, ditemukan sosok pria yang gantung diri. Korban yang diketahui bernama Poniman, 48, itu diduga mengakhiri hidupnya akibat frustrasi dengan sakit yang menahun. Poniman ditemukan tewas pada pukul 01.00 WIB.

Dalam beberapa dokumentasi, terlihat bahwa tubuh korban ditemukan tergantung dengan tali tampar di cabang sebuah pohon. Kondisi jenazah sudah dikerubungi semut saat ditemukan. Kapolsek Jabung AKP Sumarsono mengatakan, Poniman sudah meninggalkan rumahnya tidak jauh dari lokasi pada hari Sabtu (22/11), sekitar pukul 11.00 WIB.

”Tapi sampai sore dia tidak kunjung kembali. Keluarga akhirnya melakukan pencarian,” katanya saat dihubungi wartawan koran ini. Kabar Poniman tidak pulang pun tersebar ke warga, akhirnya beberapa warga juga ikut mencari. Tapi sampai tengah malam, tidak ada jejak.

Baru pada pukul 01.00 WIB kemarin, korban ditemukan. Poniman tergantung setinggi 2,5 meter dengan tali tampar putih sepanjang 130 sentimeter mengikat lehernya. Keluarga pun mendapat kabar tersebut.

Begitu pula Polsek Jabung yang langsung melakukan olah TKP. Hasilnya, tidak ada luka tanda kekerasan alias hasil tindak pidana. Hanya ada bekas jeratan tali saja. Sumarsono menambahkan, Poniman dikenal sangat pendiam dan tertutup dengan warga sekitar rumahnya. Dia bahkan belum pernah menikah di usianya yang sudah masuk kepala lima.

Akan tetapi, muncul dugaan bahwa korban mengakhiri nyawanya sendiri karena frustrasi akibat sakit yang tidak kunjung sembuh. ”Berdasar keterangan keluarga dan warga sekitar rumah, korban punya sakit perut atau lambung. Sering terlihat sakit sekaligus juga berobat, kemungkinan dari sana korban frustrasi,” tandas mantan Wakapolsek Bululawang tersebut.

Penyelidikan tidak bisa dilanjutkan lebih dalam. Lantaran keluarga menolak untuk dilakukannya otopsi terhadap jasad korban. Keluarga, dengan berbekal surat pernyataan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak melakukan penuntutan. (biy/gp)

Editor : Aditya Novrian
#gantung diri #bunuh diri #jabung