Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rawat Irigasi di Kabupaten Malang demi Jaga Produktivitas 44.000 Hektare Sawah

Mahmudan • Jumat, 28 November 2025 | 17:22 WIB
DEMI SAWAH PETANI: Tim DPUSDA Kabupaten Malang dan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) menangani bencana longsor dengan karung plastik dan terpal pada saluran irigasi di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosa
DEMI SAWAH PETANI: Tim DPUSDA Kabupaten Malang dan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) menangani bencana longsor dengan karung plastik dan terpal pada saluran irigasi di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosa

KEPANJEN – Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPU SDA) Kabupaten Malang punya andil besar dalam menjaga produksi pertanian. Salah satunya melalui pemeliharaan dan pembangunan saluran irigasi.

Data DPUSDA mengungkap, total panjang irigasi primer dan sekunder di Bumi Kanjuruhan mencapai 1.397,5 kilometer. Sekitar 836,1 kilometer di antaranya dalam kondisi bagus. Ribuan kilometer irigasi itulah yang mengaliri 44 ribu hektare sawah, sehingga produksi pertaniannya terjaga.

”Kami bertanggung jawab atas pengelolaan 717 kawasan irigasi. Termasuk di dalamnya sumber mata air dan bendung atau dam,” ujar Kepala Dinas PUSDA Kabupaten Malang Farid Habibah kemarin.

DEMI SAWAH PETANI: Warga membangun saluran irigasi untuk memastikan pengerjaan sesuai target.
DEMI SAWAH PETANI: Warga membangun saluran irigasi untuk memastikan pengerjaan sesuai target.

Dia mengatakan, pemeliharaan saluran irigasi dilakukan secara rutin oleh tiap-tiap UPT DPUSDA di setiap kecamatan. Setiap hari tim melakukan pengecekan dari keberadaan sampah-sampah di saluran dan mengecek apakah ada tanah di sekitar saluran yang dapat mengganggu jalannya air. Tak jarang juga terdapat rumput yang tumbuh di beton pinggir saluran.

Tim membawa peralatan seperti sabit dan cangkul untuk membersihkannya. “Sedimen, sampah dan tumbuhan liar itu rutin kami bersihkan. Di saat yang sama dicek juga kondisi fisik bangunan irigasinya,” imbuh Habibah.

Keberadaan bendungan atau dam irigasi juga tak luput dari pengecekan. Apakah ada sampah atau tidak, dan pintu airnya berfungsi dengan baik atau tidak. Jelasnya, langkah tersebut adalah untuk menjaga agar air tetap bisa mengalir lancar ke sawah-sawah warga. “Itu komitmen kami untuk mewujudkan kondisi pangan yang cukup, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” ucap Habibah.

Dia menegaskan, perawatan rutin makin intensif sebagai langkah antisipasi bencana alam seperti banjir. Terlebih dengan Kabupaten Malang yang kini sedang menyandang status Tanggap Darurat Bencana. “Ada kalanya kami menangani pohon yang tumbang ke dalam saluran irigasi. Satu contoh di Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi tanggal 15 Juli 2025 lalu,” kata dia.

Dalam hal tanggap bencana, DPUSDA menerapkan langkah-langkah penanganan. Seperti deteksi dan waspada terhadap curah hujan tinggi, mengatur buka tutup pintu dan aliran air, serta edukasi dibarengi koordinasi dengan warga.

Tapi selain perawatan, infrastruktur baru juga terus ditambah. Terbaru, DPUSDA meresmikan infrastruktur irigasi di Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir pada 31 Oktober 2025 lalu.(biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#saluran air #Kabupaten Malang #irigasi #DPU SDA Jatim