KEPANJEN - Cuaca di wilayah Kabupaten Malang masih tidak menentu. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda, Sidoarjo, memperkirakan situasi itu masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Berpotensi disertai cuaca buruk cenderung ekstrem.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Juanda, Sidoarjo, Taufiq Hermawan mengatakan, prakiraan cuaca ekstrem tersebut berlangsung dari tanggal 11 sampai 20 Desember mendatang. Tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Malang saja. ”Prakiraan berlaku untuk seluruh wilayah Jawa Timur tanpa terkecuali,” kata dia.
Jenis-jenis bencana yang perlu diwaspadai antara lain: hujan sedang sampai lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, angin puting beliung, dan hujan es. Taufiq menjelaskan, kondisi itu mempunyai potensi bahaya bagi wilayah yang memiliki topografi curam, bergunung, atau banyak tebing.
Cuaca juga cenderung tidak menentu antara satu tempat dengan tempat lain. Kemarin (13/12) misalnya, pada pukul 12.00 WIB di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen mengalami hujan deras.
Sedangkan pada waktu yang sama, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji masih cerah. Taufiq menyebut bahwa penyebab adanya cuaca ekstrem dipicu adanya Bibit Siklon Tropis 93S.
”Siklon itu terdeteksi di Samudra Hindia bagian selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di wilayah Jawa Timur berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan peningkatan ketinggian gelombang di perairan Jawa Timur,” sebut dia.
Selain itu, ada juga fenomena gelombang atmosfer Low, Kelvin, dan Rossby yang melintas wilayah Jawa Timur. Lalu, suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, dan kondisi atmosfer lokal yang labil dan lembap dari lapisan bawah hingga atas turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.
”Itu berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Taufiq. (biy/gp)
Editor : A. Nugroho