SUMBERPUCUNG - Warga di Jalan Kodari, RT 26/RW 4, Dusun Krajan, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung dikejutkan dengan kabar penemuan jenazah bayi, kemarin pagi (18/12). Jenazah itu ditemukan di salah satu halaman rumah warga. Saat ditemukan, kondisinya sudah berada dalam keadaan membusuk.
Bayi nahas itu ditemukan sekitar pukul 05.30. Zaskia Febrianti, 18, siswi program magang di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Griya Multimedia yang tinggal di rumah tempat penemuan itu mengatakan, bayi tersebut awalnya terendus seekor anjing liar. ”Jadi, saat saya buka pintu sudah terlihat anjing itu menggigit jenazah,” terang dia.
Zaskia sontak kaget setelah mengamati lebih lanjut jenazah itu. ”Awalnya saya kira itu bangkai kucing atau anjing yang dikubur di sana. Tapi begitu lihat kepalanya, ternyata itu mayat bayi,” imbuhnya.
Dia menyebut bahwa kondisi jenazahnya sangat buruk. Tubuhnya telah menghitam. Karena itu belum diketahui jenis kelamin bayi tersebut.
Atas temuan tersebut, Zaskia lantas melapor ke pamong lingkungan sekitar. Siswi kelas 3 SMK Islam Donomulyo tersebut menambahkan bahwa jenazah tersebut awalnya terkubur di sebuah lubang sedalam termos air di samping pohon pisang. Pada saat anjing liar itu menggigit dan menyeret, terlihat pula kantong kresek hitam.
Akan tetapi, bau busuk dari jenazah tersebut sebenarnya sudah tercium sejak satu bulan sebelum penemuan. Juga sudah terlihat gundukan tanah di antara pepohonan pisang. ”Kami sempat pulang tanggal 15 (November) dan kembali ke sini tanggal 17-nya, baunya semakin parah dan kami tutupi pakai genteng untuk mengurangi baunya,” kata Zaskia.
Sementara itu, Rudi Ismail, Ketua RT 26/RW 4, Dusun Krajan, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung menyebut dua dugaan siapa pelaku pembuang bayi tersebut. Pertama, pasangan suami istri siri asal Kediri yang mengontrak rumah di tempat kejadian tersebut, sekitar dua bulan lalu.
”Karena pada saat masih mengontrak, keduanya tiba-tiba pergi dan meninggalkan pakaian di sana,” kata dia. Kemungkinan kedua yakni orang dari luar lingkungan tersebut. Perkara itu kini masih didalami pihak kepolisian.
Jenazah bayi itu dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Kanjuruhan untuk divisum. ”Kami dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang masih mendalaminya,” kata Kapolsek Sumberpucung Iptu Choirul Mustofa. (biy/by)
Editor : A. Nugroho