KEPANJEN – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Malang masih tinggi, meski terjadi penurunan. Satlantas Polres Malang mengungkap, selama Januari ini tercatat 54 kejadian kecelakaan. Jika dirata-rata, setiap hari terjadi dua kasus kecelakaan. Angkanya bertambah jika ada kecelakaan yang tidak dilaporkan (selengkapnya lihat grafis).
Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska memaparkan, 54 kasus kecelakaan tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dan 85 orang mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat. “Kalau dibandingkan dengan Januari 2025, angkanya menurun. Sebelumnya tercatat ada 55 kejadian,” kata Chelvin.
Dia mengatakan, angka fatalitas kecelakaan selama Januari tahun ini juga lebih kecil dibanding tahun lalu. Dari total 55 kejadian tersebut, 14 orang kehilangan nyawanya. Sisanya 85 orang mengalami luka ringan.
Korban paling banyak adalah pengendara sepeda motor. Hal itu terlihat dari data jumlah dan jenis kendaraan yang terlibat. Untuk sepeda motor, selama Januari 2025 lalu tercatat 77 kendaraan, sedangkan Januari tahun ini 74 kendaraan. Kemudian untuk mobil penumpang alias pribadi, selama dua tahun sama-sama mencatat angka delapan kejadian. “Tidak ada mobil angkutan umum yang terlibat kecelakaan,” ujar dia.
Perwira polisi dengan tiga balok di pundak itu menambahkan, ada beberapa penyebab kecelakaan yang sering ditemui petugas. Di antaranya tidak memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan saat menyalip dan mengantuk.
“Sering kami temui, kecelakaan terjadi karena tidak memperhatikan kendaraan lain dari arah berlainan. Rata-rata kendaraan berhaluan terlalu ke kanan, sehingga terjadi kecelakaan,” kata dia. ”Saat akan mendahului kendaraan lain, haluan kendaraan sering kali condong ke kanan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, akhirnya terjadilah kecelakaan,” tambah perwira polisi tersebut.
Terpisah, Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Malang Ipda Umar Kiswoyo menyebut, kasus kecelakaan di Bumi Kanjuruhan paling banyak terjadi di Jalan Sutomo, Lawang. Dari satu jalan tersebut angka fatalitas tertinggi selama 2025. “Ada total 13 kejadian yang menyebabkan tiga korban meninggal dunia dan 19 orang mengalami luka ringan,” papar dia. Sebanyak 13 kecelakaan tersebut melibatkan 16 sepeda motor, 3 truk dan 1 mobil penumpang. Tujuh di antara 13 kecelakaan di jalan tersebut terjadi pada malam hari.
Umar mengatakan, untuk kondisi penerangan di jalan dengan kewenangan Kementerian PU alias jalan nasional tersebut cukup baik. “Kecelakaan terjadi di jalan yang medannya agak naik dan berbelok. Terdapat juga ada lubang-lubang jalan kecil di area flyover,” papar Umar.
Upaya-upaya yang dilakukan polisi agar angka kecelakaan dapat ditekan adalah berkoordinasi dengan dinas yang berurusan dengan jalan. Misalnya dinas pekerjaan umum dan bina marga (DPUBM) Kabupaten Malang. Tujuannya agar titik-titik yang rawan kecelakaan lantaran faktor medan dapat diperbaiki. Sedangkan koordinasi dengan perhubungan (dishub) diperlukan terkait fasilitas seperti markah jalan, pita kejut, dan ketertiban angkutan.
Selain itu, pihaknya juga akan gencar sosialisasi tertib berlalu lintas di kalangan sopir angkutan, sekolah-sekolah, dan pasar. “Selebihnya dikembalikan ke pengguna jalan. Kami terus mengimbau agar menaati peraturan lalu lintas. Ini demi keselamatan pengendara,” tandasnya.(biy/dan)
Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian