MALANG - Tol Malang–Kepanjen diproyeksikan menjadi proyek strategis yang mengubah wajah konektivitas Malang Raya. Selain memangkas waktu tempuh, jalan bebas hambatan ini diperkirakan memicu pertumbuhan kawasan-kawasan baru di sepanjang trase. Sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Malang pun bersiap menghadapi dampak langsung maupun tidak langsung dari rencana pembangunan tersebut.
Baca Juga: Menteri PU Ubah Trase Tol Kepanjen
Berikut gambaran wilayah-wilayah yang akan terdampak langsung apabila Tol Malang–Kepanjen terealisasi berdasarkan rencana dan kajian yang diberitakan Jawa Pos Radar Malang dan sumber terkait:
1. Kota Malang (kawasan Madyopuro dan Kedungkandang)
Trase tol direncanakan bermula dari ujung Tol Pandaan–Malang di kawasan Madyopuro dan melewati wilayah Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kawasan timur Kota Malang ini diproyeksikan menjadi titik awal akses tol baru sehingga berpotensi mengalami perubahan fungsi ruang, peningkatan arus lalu lintas, serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
2. Kecamatan Bululawang (Kabupaten Malang)
Rencana rute juga mencakup wilayah Bululawang. Kecamatan ini diperkirakan menjadi salah satu kawasan penting dalam konektivitas baru antara Kota Malang dan wilayah selatan Kabupaten Malang. Kehadiran tol berpotensi mempercepat mobilitas warga sekaligus mendorong perkembangan kawasan penunjang di sekitarnya.
Baca Juga: Target Pembebasan Lahan Tol Kepanjen Kabupaten Malang Mulai 2027
3. Kecamatan Gondanglegi
Gondanglegi masuk dalam kajian jalur tol sebagai bagian dari koridor penghubung menuju Kepanjen. Wilayah ini berpotensi mengalami peningkatan aktivitas transportasi dan ekonomi seiring terbentuknya jaringan lalu lintas baru yang lebih efisien.
4. Kepanjen
Sebagai titik akhir jalur tol, Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang diproyeksikan menerima dampak paling besar. Tol diharapkan mempercepat akses komuter, distribusi barang, dan konektivitas ekonomi antara Kota Malang dan wilayah kabupaten, sekaligus memperkuat peran Kepanjen sebagai pusat pertumbuhan baru.
Dampak fungsional di kawasan sekitar
Selain wilayah yang dilintasi langsung, kawasan penyangga juga diperkirakan terdampak. Area permukiman seperti Sawojajar dan Bumiayu berpotensi mengalami peningkatan nilai investasi karena kedekatannya dengan akses tol. Di sisi lain, keberadaan tol juga diharapkan mempercepat akses menuju jalur Lintas Selatan serta kawasan wisata pantai Malang selatan.
Jika terealisasi, proyek tol ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi katalis perubahan tata ruang dan ekonomi kawasan. Pemerintah daerah dituntut menyiapkan perencanaan matang agar pertumbuhan yang muncul tetap terkendali, sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar jalur tol.
Secara keseluruhan, rencana pembangunan Tol Malang–Kepanjen tidak hanya berdampak pada titik lintasan fisik, tetapi juga berpotensi mengubah pola mobilitas, aktivitas ekonomi lokal, dan investasi properti di Malang Raya.
Editor : Aditya Novrian