Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Permintaan Harga Daging Sapi di Pasar Kabupaten Malang Menurun

Bayu Mulya Putra • Selasa, 17 Februari 2026 | 12:40 WIB
TAK PERNAH HABIS: Salah satu penjual daging sapi di Pasar Kepanjen mengeluhkan turunnya minat pembeli.
TAK PERNAH HABIS: Salah satu penjual daging sapi di Pasar Kepanjen mengeluhkan turunnya minat pembeli.

KEPANJEN - Permintaan daging sapi di pasar menjelang bulan Ramadan semakin menurun. Padahal, harga daging sapi masih tetap stabil di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah pusat. Yakni Rp 140 ribu per kilogram 

Qomariah, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Kepanjen mengaku, per hari dia mengambil 12 sampai 15 kilogram dari Rumah Potong Hewan (RPH). Namun, daging tersebut tidak bisa laku dalam satu hari. “Terkadang baru habis setelah 2 sampai 3 hari. Jadi saya simpan di freezer besar supaya kondisinya tetap bagus,” ucap perempuan berusia 50 tahun itu.

Daging tersebut dijual Rp 120 sampai Rp 130 ribu per kilogram, fluktuatif mengikuti perkembangan pasar. Harganya selalu tetap sejak beberapa bulan yang lalu. Namun, dia memperkirakan, karena harga bahan pokok lainnya yang meningkat, daging sapi tidak menjadi prioritas masyarakat.

“Semoga saat menjelang Hari Raya bisa semakin ramai. Soalnya kalau di pasar begini memang tidak tentu,” imbuhnya. Hal yang sama disampaikan Khusnul, salah satu pedagang daging sapi lain. Dibanding tahun lalu, dia menyebut bahwa kondisi pasar tahun ini semakin sepi.

Setiap hari, dia mengambil sekitar 10 kilogram dari pemasok. Namun hanya laku 4 sampai 5 kilogram per hari. “Kadang kalau sepi banget bisa cuma 2-3 kilogram. Padahal tahun lalu bisa menjual lebih dari 5 kilogram satu hari,” kata dia.

Sementara itu, sama dengan komoditas lainnya, stok daging sapi di Kabupaten Malang termasuk surplus. Sehingga ketika banyak daerah di Indonesia yang memerlukan impor daging sapi, Kabupaten Malang belum memerlukannya.

Sebab, produksinya sudah melebihi kebutuhan masyarakat. Bahkan mampu menjual hasil produksinya ke luar daerah. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, jumlah sapi potong yang menghasilkan daging pada 2024 mencapai 165.106 ekor. Persebarannya merata di 33 kecamatan. Populasi terbanyak ada di Kecamatan Gedangan, Wajak, Donomulyo, Kalipare, Poncokusumo, dan Bantur.

Tidak hanya daging sapi, produk-produk peternakan lain juga surplus. Seperti susu dan daging ayam Produk-produk tersebut dipasarkan hingga luar Pulau Jawa. Salah satunya ke Pulau Bali. (yun/by)

Editor : A. Nugroho
#pasar #menjelang ramadan #Kabupaten Malang #harga daging sapi