Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkab Malang Targetkan 13 Ribu Ton Produksi Ikan Budi Daya dengan Ambil Dana Rp 750 Juta dari DBHCHT

Bayu Mulya Putra • Minggu, 22 Februari 2026 | 15:02 WIB

 

 

Sentra budi daya lele di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung jadi salah satu penyumbang angka produksi tahunan dari Kabupaten Malang. (Indah Mei Yunita)
Sentra budi daya lele di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung jadi salah satu penyumbang angka produksi tahunan dari Kabupaten Malang. (Indah Mei Yunita)

 

KEPANJEN - Produksi perikanan budi daya terus dikembangkan di Kabupaten Malang. Utamanya untuk budi daya nila, lele, dan jenis ikan air tawar lainnya. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menyebut, pada 2025 lalu, produksi perikanan budi daya mencapai 13.264,30 ton.

Jumlah tersebut melebihi target yang ditetapkan sekitar 11 ribu ton. Tahun ini, target produksi itu juga ditingkatkan.

”Tahun ini kami menarget 13.717,94 ton untuk perikanan budi daya,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya menganggarkan Rp 750 juta dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Anggaran tersebut untuk tujuh paket pengembangan perikanan.

 Baca Juga: Potensi Perikanan di Kabupaten Malang Masih Sangat Besar, 2026 Alokasikan Rp 750 Juta untuk Budi Daya Nila

”Meliputi lima paket bioflok nila, satu paket RAS (Recirculating Aquaculture System), dan satu paket air deras. Calon lokasi dan calon penerima akan diidentifikasi,” kata Victor.

Pihaknya optimistis bisa mencapai target tersebut. Sebab, sejak beberapa tahun lalu, pemkab membina pembudidaya nila secara masif untuk meningkatkan produksinya.

Pengembangan budi daya nila tersebut dilakukan di beberapa titik. Seperti Desa Pandanajeng, Patokpicis, Bangelan, Sananrejo, Sumberngepoh, dan Sukoanyar.

Produksi ikan yang tinggi tersebut diimbangi dengan permintaan masyarakat yang masih stabil. Sehingga, menurut dia, tidak terjadi ikan yang tidak bisa dijual. Semua ikan hasil produksi masyarakat masih bisa diserap pasar. Baik langsung ke pedagang besar maupun konsumen secara langsung.

Jika ada ikan yang kualitasnya buruk dapat diolah menjadi ikan tepungan, pindang, dan olahan ikan lainnya. Beberapa juga mengolahnya menjadi nugget atau bakso ikan.

 Baca Juga: Budi Daya Ikan Air Tawar di Kabupaten Malang Mencapai 10.000 Ton

Selain itu, tren konsumsi ikan di Kabupaten Malang pun terus meningkat. Pada 2024 lalu, tingkat konsumsi ikan hanya 32 kilogram per kapita per tahun. Sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 43,8 kilogram per kapita per tahun.

Namun, angka tersebut masih di bawah Provinsi Jawa Timur dan nasional yang sudah melebihi 59 kilogram per kapita per tahun.

Konsumsi terbesar masih dicatatkan rumah makan dan restoran.

”Sedangkan kalau di rumah tangga masih rendah, hanya 13 kilogram per kapita per tahun,” pungkasnya. (yun/by)

Editor : Aditya Novrian
#budi daya #ikan