KEPANJEN - Mudik gratis sudah menjadi program tahunan Pemkab Malang. Tahun ini, armadanya bakal lebih banyak dibanding 2025 lalu. Pada 2025 lalu, pemkab menyediakan enam armada.
Sedangkan tahun ini akan diupayakan tujuh bus. Mudik gratis tersebut jadi salah satu upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas. ”Mudik gratis ini untuk warga ber-KTP Kabupaten Malang,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Tri Hermantoro.
Untuk mendaftar, masyarakat perlu fotokopi KTP dan KK. Kemudian datang langsung ke kantor Dishub Kabupaten Malang.
Untuk rute bakal sama seperti sebelumnya, yakni ada lima rute. Di antaranya Malang - Bangkalan - Sampang - Pamekasan - Sumenep, Malang - Nganjuk - Madiun - Ngawi, serta Malang - Probolinggo - Situbondo - Banyuwangi. Dua rute lainnya yakni Malang - Trenggalek - Ponorogo - Pacitan serta Malang - Probolinggo - Jember - Bondowoso.
”Rute tujuan Malang - Madura dan Malang - Ngawi kami sediakan dua bus. Sedangkan lainnya satu bus,” kata Tri.
Sebab, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, dua rute tersebut memiliki animo terbanyak. Untuk menghindari masyarakat tidak mendapat kuota, maka bus diperbanyak. Masing-masing bus tersebut berkapasitas 55 tempat duduk.
Sehingga kuota secara keseluruhan ada 385 orang yang dapat dilayani mudik gratis. Mudik gratis tersebut dijadwalkan berangkat pada 17 Maret 2026 sekitar pukul 06.00 di Pendapa Agung Kabupaten Malang. Peserta akan diberikan bekal selama di perjalanan. Seperti obat-obatan darurat.
Berkaca pada dua tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat dalam menyambut program tersebut terus meningkat. Sebagai contoh, pada 2023 lalu, kurang dari dua pekan, dishub sudah menutup dua rute.
Kemudian, pada 2024, antusiasme masyarakat bisa dibilang meningkat. Sekitar dua pekan sejak pendaftaran dibuka, kuota penumpang untuk lima bus sudah penuh. Begitu pula pada 2025 lalu. (yun/by)
Editor : A. Nugroho