KEPANJEN – Badan pendapatan daerah (bapenda) Kabupaten Malang menyiapkan berbagai strategi untuk mencapai target. Selain melalui pemasangan alat Sistem Monitoring Informasi (Simoni) di tempat usaha kena pajak, pemkab juga mengadakan giat Bapenda Menyapa Warga (BMW).
Harapannya, target pajak, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dipatok Rp 125 miliar juga terkejar. Kemarin (10/3), bapenda menggelar BMW di Pasar Pakisaji. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, yakni hingga Kamis (12/3).
Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara menyebut, giat tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun. Selain memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, juga untuk memberikan edukasi terkait pentingnya membayar pajak.
“Layanan yang tersedia seperti cek pembayaran PBB online dan konsultasi SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang),” ucapnya kemarin (10/3).
Dia mengatakan, giat BMW juga melayani pengurusan revisi atau pembetulan Surat Pembayaran Pajak Terutang (SPPT). Misalnya, SPPT yang diberikan masih atas nama orang lain, sehingga pemilik tanah tidak berkenan membayar.
Untuk itu, lanjutnya, perlu adanya validasi kepemilikan sertifikat tanah sesuai nama dan alamatnya.
“Dulu, masyarakat sulit membayar pajak karena ada kesalahan nama, luas bangunan, dan sebagainya di SPPT. Oleh karena itu, kami juga ada layanan BMW untuk pembetulan SPPT itu,” imbuh Made.
Untuk menerima layanan tersebut, warga bisa langsung datang ke lokasi dengan membawa tiga persyaratan. Yakni SPPT, fotokopi KTP atau identitas wajib pajak, dan fotokopi bukti kepemilikan.
Sementara itu, hingga pertengahan Maret 2025 ini, perolehan pajak sekitar Rp 112,59 miliar. Dengan target Rp 754,67 miliar, maka capaiannya sekitar 14,92 persen. Dari nilai tersebut, perolehan PBB masih minim. Yakni hanya Rp 6,11 miliar. Dengan target Rp 125,55 miliar, maka capaiannya masih sekitar 4,87 persen.
Namun demikian, menurut Made, semua jenis pajak masih perlu dimaksimalkan. Termasuk untuk objek pajak wisata, hotel, restoran. Salah satunya dengan memasang alat simoni di semua lokasi objek pajak. Inovasi tersebut sudah digunakan sejak beberapa tahun lalu. Sistem tersebut dapat digunakan di android dan terkoneksi dengan aplikasi pemilik usaha.
Selain mengandalkan BMW dan pemasangan alat simoni, bapenda juga menggenjot pajak lewat upaya ekstensifikasi dan intensifikasi. Seperti pendataan objek-objek pajak yang baru untuk meningkatkan perolehan. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho