Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pantau Rumah Kosong hingga Lalin Arus Mudik di Kabupaten Malang

Mahmudan • Kamis, 12 Maret 2026 | 09:42 WIB

PENGAMANAN LEBARAN: Ratusan personel menjalani Latpraops Operasi Ketupat Semeru 2026 di Pendapa Panji, Kepanjen kemarin (11/3).
PENGAMANAN LEBARAN: Ratusan personel menjalani Latpraops Operasi Ketupat Semeru 2026 di Pendapa Panji, Kepanjen kemarin (11/3).

KEPANJEN - Hari Raya Idul Fitri semakin mendekat. Untuk mengamankan arus mudik, Polres Malang menerjunkan 225 personel. Mereka akan siaga selama 13 hari, sehingga arus mudik berjalan lancar.

Kemarin (11/3), para personel yang akan diterjunkan menjalani Latihan Praoperasi (Latpraops) Operasi Ketupat Semeru 2026 di Pendapa Panji, Kepanjen. Pemaparan tugas, lokasi, dan potensi kerawanan dibeberkan oleh Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi dalam sesi yang berlangsung selama satu jam tersebut.

Taat menjelaskan, operasi pengamanan mudik berlangsung selama 13 hari, yakni 13-25 Maret depan.

 ”225 personel tergabung dalam lima satuan tugas. Satgas Preemtif, Preventif, Kamseltibcarlantas (Keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas), Penegakan Hukum (Gakkum) dan Bantuan Operasi (Banops),” terang dia.

Selama operasi berlangsung, polisi akan melaksanakan berbagai tugas seperti patroli, pengamanan, rekayasa lalu lintas (lalin), penegakan hukum hingga pelayanan kepada masyarakat. Tapi karena titik berat keberhasilan operasi ada pada kelancaran lalu lintas, prioritas pada jalan yang aman dan minim hambatan.

Khusus pengamanan, Taat mengatakan, pihaknya bakal fokus pada sejumlah titik strategis.

“Di antaranya tempat ibadah, jalur mudik dan balik, pusat perbelanjaan, objek wisata, serta permukiman warga. Lalu di terminal, stasiun, SPBU, perbankan, hingga lokasi yang rawan kemacetan dan kriminalitas,” sebut dia.

Mantan Kapolres Tulungagung itu juga mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas lainnya. Di antaranya peningkatan mobilitas masyarakat, rumah kosong saat ditinggal mudik, keramaian pusat perbelanjaan dan wisata, hingga potensi bencana alam.

Terakhir, dalam latihan tersebut, pihaknya meminta seluruh personel mempersiapkan diri secara optimal walau operasi tersebut merupakan agenda rutin tahunan.

“Walaupun banyak personel sudah berulang kali mengikuti Operasi Ketupat, saya minta tetap mempersiapkan diri seolah-olah baru pertama kali melaksanakan operasi agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi secara maksimal,” tandas Taat. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#Kabupaten Malang #lalin #arus masuk kendaraan #Latpraops