Di Kabupaten Malang, Ada Warga Dari 45 Desa Belum Terima BLT

KABUPATEN MALANG – Program Menteri Desa, yakni Bantuan Tunai Langsung Dana Desa (BLT DD) masih menyisakan warga di 45 desa di Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Suwaji mengatakan ada dua alasan mengapa warga di 45 desa tersebut belum tersentuh BLT DD yang seharusnya diterima pada bulan April itu.

Pertama, 18 desa dari 45 desa masih dalam proses verifikasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Ya jujur saja ada ketakutan penerima KPM yang double. Jadi ini masih proses verifikasi,” kata Suwaji kepada Radar Malang.

Ia juga menjelaskan proses verifikasi tersebut saat ini adalah tahap mengecek data yang diserahkan ke pusat, yakni Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos.

“Ya itu kan prosesnya menunggu finalnya data dari BST dulu. BST yang dari Kemensos.
BLT ini kan menyesuaikan kalau double bisa langsung dialihkan ke dana desa. BST kan harus ke pusat dulu dan lama itu kalau ada tang double,” ujarnya.

Suwaji menambahkan, targetnya, penyaluran BLT DD ke 18 desa bisa selesai pekan ini.

“Kalau gak Senin ya Selasa (2/6). Kita lihat saja data BST sudah keluar atau belum,” kata ia.

Lalu, bagaimana dengan 27 desa lain?

Suwaji mengatakan, 27 Desa itu telah memakai Dana Desa untuk keperluan pembangunan dan penanganan Covid-19 selama bulan Maret-April.

Hal itu membuat 27 desa itu mesti tergabung dalam BLT DD tahap ke dua.

“Jadi sudah kepakai DDnya. Maka dari itu mereka kami ajukan ke BLT DD tahap ke dua,” kata ia.

Untuk prosesnya sendiri, kata Suwaji, lebih cepat dari tahap pertama. Pasalnya, 27 desa ini sudah mengajukan pengajuan BLT DD yang dikoordinir oleh Pemkab Malang.

“Jadi di tahap ke dua ini kan sudah tidak usah persetujuan desa, tapi langsung Pemkab. Dan kemarin Kamis (28/5) sudah kami ajukan pengajuan pencairannya untuk 27 desa. Kalau bisa cepat ya seminggu besok sudah cair,” tukasnya.

Nantinya, para penerima BLT DD akan mendapatkan bantuan Rp 600 ribu tiap bulan. Berlaku selama tiga bulan.

“Ya meskipun seharusnya bulan April, Kalau terima bulan Juni nanti ya tetap tiga bulan itungannya. Juni, Juli, Agustus,” tukasnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor: Indra M