Pemkab Malang Janjikan Uang Lelah Petugas Check Point PSBB Cair Hari Ini

KABUPATEN MALANG – Sejumlah personel polres Malang yang bertugas di Check Point mengaku belum mendapatkan jatah uang lelah.

Uang lelah, harusnya mereka terima setiap hari sejak check point beroperasi. Nilainya Rp 100 ribu per personel per harinya.

“Uang lelah para petugas yang belum dibayarkan sejak tanggal 25 April hingga 17 Mei,” ungkap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar seusai rapat evaluasi PSBB di Pendapa Agung Kabupaten Malang Sabtu dini hari (23/5).

Hendri menilai petugas posko check point punya andil besar dalam pelaksanaan PSBB Malang Raya. Sebab, merekalah garda terdepan di pintu-pintu masuk Malang Raya.

Tugas mereka pun beragam. Mulai dari penyekatan wilayah, hingga memaksa pemudik bandel untuk putar balik.

Para petugas itu bekerja dengan sistem shift. Di mana, 24 jam harus ada yang berjaga di pos check point.

“Karena sangat-sangat capek kerja para petugas di lapangan ini. Mereka harus mengecek semua kendaraan. Satu hari bisa ngecek 2000 kendaraan,” beber Hendri. “Untuk itu kami ingin ada apresiasi dari Pemkab Malang untuk rekan-rekan,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Malang HM Sanusi berjanji akan membayarkan uang lelah secepatnya.

“Ya ini kami akan membayarkan. Kemarin itu hanya masalah administrasi saja makanya agak tersendat,” tutur ia.

Wartawan online ini pun mencoba mengkonfirmasi ke Kepala Basan Keuangan Aset Daerah, Wahyu Kurniati untuk meminta kejelasan masalah tersendatnya pencairan uang lelah petugas polres Check Point.

Dijelaskannya, personel check point yang belum terbayar hanyalah personel khusus untuk  Kecamatam Kasembon. Perbatasan antara Kabupaten Malang dan Kediri.

“Kalau yang selain itu (Check Point Kasembon) sudah cair Rp 2,1 miliar. Jadi ini cuma check Point Kasembon saja yang belum,” tutur Wahyu.

Dia mengatakan, keterlambatan pencairan terjadi karena maslaah administrasi.

“Ini hanya masalah cairnya nanti di transfer ke mana? polres atau dinkes? Ya tadi sudah rapat ketemu. Jadi, transfernya ke dinkes. Lalu dinkes ditransfer ke Polres,” kata ia.

Wahyu pun berjanji, pencairan akan tuntas Sabtu ini. Nilai totalnya Rp 189 juta.

“Asumsi awal Rp 378 juta untuk pembayaran PSBB dalam jangka waktu 28 hari. Nah ini kan kami asumsikan 14 hari. Jadi 378 juta dibagi dua dan ketemunya 189 juta,” tutur dia.

Adapun, sumber dana berasal dari pos Dana Tak Terduga.

“Ya diambil dari DTT,” tukasnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor: Indra M