Kasus Covid-19 Dampit, Lolos Lewat Jalur Tikus, Kecoh Petugas Check Point Ampelgading

MALANG – Lolosnya sekeluarga asal Pasirian, Lumajang, yang positif Covid-19 mengunjungi wilayah Dampit, Kabupaten Malang, Minggu (24/5), ternyata tidak masuk melalui jalur utama. Mereka masuk melalui jalur tikus atau alternatif untuk mengecoh petugas yang berjaga di check point Ampelgading.

“Mereka tidak melewati jalur utama Ampelgading tetapi lewat jalur setapak, benar-benar jalur tikus. Itu dilakukan untuk menghindari check point Ampelgading,” kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Rabu (27/5).

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, mantan Kapolres Bandung itu menginstruksikan anggotanya berjaga di tiap jalur tikus. Bahkan, secepatnya dibuatkan check point mandiri yang dijaga karang taruna dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Hendri mengatakan, ada tiga jalur tikus di kawasan Ampelgading yang bakal diperketat. Pertama, jalan di Coban Sewu. Kedua, jalan di depan MTs Al-Azhar tembusan Pasar Sidorenggo. Dan, ketiga, Jalan Dukuh Ramean yang merupakan jalan tembusan Buk Bulus, Sidorenggo.

“Jadi, kasus Dampit (positif Covid-19) ini ada satu keluarga dari Pasirian, Lumajang, satu di antaranya ditetapkan sebagai ODP (Orang Dalam Pengawasan). Sayangnya, pasien berstatus ODP ini tak patuhi aturan. Mereka nekat mudik dan melakukan halal bi halal di Desa Majangtengah, Dampit. Padahal, Puskesmas Pasirian menyarankan pasien untuk isolasi diri.

Menurut Hendri, sekeluarga tersebut ngeyel dan tidak mau menaati aturan isolasi diri, hingga akhirnya saat hari H, mereka ke Desa Majangtengah. Sekeluarga itu menginap semalam dan besoknya ditelepon Puskesmas Pasirian, yang menginfokan jika anaknya positif Covid-19.

Hendri memaparkan, sekeluarga itu terdiri dari B, pengusaha kayu asal Pasirian. Lumajang, beserta istrinya, DR, 24 tahun dan seorang anaknya, NA, yang masih berusia 3 tahun. Sekarang, sekeluarga itu sudah pulang ke Lumajang. Sang anak yang dinyatakan positif kini sedang dirawat di rumah sakit daerah Lumajang.

Hanya saja, sepulangnya sekeluarga itu, mereka meninggalkan jejak virus Covid-19 di dua desa Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Dua desa itu adalah Desa Majangtengah dan Desa Sukodono. “Masalahnya, mereka sempat berinteraksi dengan orang banyak di Dampit. Ada sekitar lebih dari 50 orang yang berinteraksi dengan keluarga Pasirian ini,” jelas Hendri.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Polsek Dampit
Editor: Hendarmono Al Sidarto