Puluhan Warga Dampit Diisolasi Usai Berinteraksi dengan Pasien Positif Covid-19 Asal Lumajang

KABUPATEN MALANG – Ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Malang Raya hampir berakhir, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Malang dibuat repot dengan ‘ulah’ satu keluarga asal Lumajang.

Satu keluarga yang terdiri atas B, 30, pengusaha kayu asal Pasirian Lumajang, serta istrinya, DR, 24, dan NA, 3, berkunjung ke Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Minggu (24/5).

Padahal, sebelumnya, NA sempat menjalani opname di Puskesmas Pasirian lantaran mengalami demam tinggi. NA diduga terinfeksi korona.

Oleh pihak Puskesmas, NA disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. NA juga sempat menjalani tes swab.

“Mereka (keluarga B), hari Minggu ke Dampit. Senin, (25/4) dapat telepon dari Puskesmas daerah Lumajang hasil swab anaknya positif. Mereka langsung kembali ke Lumajang,” tukas Kapolsek Dampit, AKP Novian Widyantoro SH, Rabu, (27/5).

“Ketiga orang ini putuskan pulang sendiri setelah diketahui hasil test positif. Pasien pun dikarantina di Rumah Sakit daerah Lumajang sejak hari Senin lalu,” tambah mantan Kapolsek Pakisaji itu.

Mengetahui hal ini, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Malang pun bergerak cepat. Mereka mencari tahu dengan siapa saja keluarga B berinteraksi selama di Dampit.

Hasilnya, ada 29 orang di Desa Majangtengah yang diketahui sempat berkontak dengan B dan keluarganya. Jumlah ini sangat mungkin bertambah. Apalagi, mereka juga diketahui berkunjung ke Desa Sukodono, Dampit.

“Sementara kami masih laksanakan tracing. Yang sudah terdata, besok akan ada rapid test dari Puskesmas Dampit,” tutup Novian.

Sementara ini 29 orang yang terdata pernah bersinggungan dengan pasien positif itu jalani isolasi mandiri secara ketat. Mereka diawasi perangkat desa setempat dan Muspika Dampit secara berkala.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Polsek Dampit
Editor: Indra M