SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Matangkan Pembelajaran Daring hingga E-Learning

Para siswa siswi SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen saat mengikuti praktek di salah satu laboratorium sekolah.

MALANG – Persiapan ekstra dilakukan SMK Muhammadiyah 1 untuk menyambut tahun pelajaran baru 2020/2021. Tidak hanya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, tapi juga menyesuaikan bahan ajar berbasis e-learning.

Keselamatan siswa dan tenaga pendidikan di lingkungan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen menjadi prioritas di masa pandemi Covid-19 ini. Karena itu, sekolah kejuruan yang memiliki dua kampus tersebut benar-benar menerapkan kebijakan pemerintah. Baik pemerintah pusat, provinsi, serta daerah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terutama terkait dengan protokol kesehatan.

”Selama belum ada imbauan untuk melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah, kami tetap melakukan secara daring,” ungkap Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Drs Maryanto MM.

Pembelajaran dari rumah tersebut, dia melanjutkan, digelar menggunakan aplikasi Google Classroom dan aplikasi pendukung lainnya. Sedangkan pembelajaran praktik, memanfaatkan video E-Learning yang dapat dilihat, diamati dan dipelajari oleh siswa dari rumah.

”Dengan pembelajaran berbasis digital ini, maka pembelajaran lebih terstandar,” terang dia.

Untuk menunjang pembelajaran berbasis digital itu, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen juga menyiapkan sarana berupa pengadaan beberapa unit Interactive Intelligent Panel dan Smart TV 65.

”Dengan delapan program keahlian atau jurusan, kami akan terus memacu semua siswa, termasuk para siswa baru nanti agar terbiasa dengan pembelajaran berbasis digital ini,” bebernya.

Lebih lanjut, untuk pendaftaran peserta didik baru (PPDB) telah dibuka sejak 2 Desember 2019. Saat ini menurut Maryanto, memasuki waktu pendaftaran gelombang III yang akan berlangsung hingga 18 Juli 2020. Sistem pendaftaran, selain dibuka secara langsung, juga melalui online di alamat http://ppdb.smkm1-kpn.sch.id.

”Pendaftaran online ini tidak hanya kami lakukan pada masa pandemi Covid-19 saja. Tapi telah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu,” ujarnya.

”Kami membatasi pagu atau kuota sebanyak 750 siswa baru untuk delapan jurusan dengan keunggulan masing-masing,” sambung Maryanto.

Selain perlengkapan berupa 5 stel seragam siap pakai, para siswa baru juga di-backup asuransi kecelakaan selama 3 tahun dengan biaya masuk yang terjangkau oleh masyarakat. (Gelombang III sebesar Rp 4.700.000 sudah meliputi semua kegiatan siswa baru dan mendapat cash back Rp 500.000 jika langsung dibayar lunas).

Foto: istimewa
Penyunting: Fia