Tembus 209 Orang, Jumlah Pasien Positif Covid-19 Kabupaten Malang Tak Terkendali

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM.

KABUPATEN – Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Malang masih terus bertambah. Melansir data dari laman infocovid19.jatimprov.go.id, Minggu (28/6) pagi, jumlah pasien konfirm positif di kabupaten ini mencapai 209 orang. Data ini bertambah 4 kasus dibanding data Satgas Covid-19 Kabupaten Malang pada Sabtu (27/6) yang mencapai 204 orang.

Sebanyak 8 kasus penambahan dikonfirmasi sehari sebelumya dengan sebaran masing-masing 2 kasus di Kecamatan Lawang, 3 kasus di Kecamatan Turen, 1 kasus di Kecamatan Kromengan, dan dua kasus di Kelurahan Ardimulyo Kecamatan Singosari.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM menuturkan bahwa masa transisi new normal di kabupaten akan diperpanjang. “(Kabupaten Malang) Masih masa transisi, dari ketiga menuju ke empat,” kata Wahyu.

Rapat evaluasi juga telah digelar Pemerintah Kabupaten Malang sejak Jumat (26/6) lalu untuk mengantisipasi penambahan jumlah pasien yang belum bisa dikendalikan. Dalam rapat yang dipimpin oleh Bupati Malang Drs H M Sanusi MM tersebut, salah satu terobosan yang dimunculkan yakni dengan menggandeng perguruan tinggi. Di antaranya yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang (Unisma), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Empat perguruan tinggi besar tersebut masing-masing akan mengawal satu kecamatan yang masuk kategori red zone. “Singosari di kawal oleh UB, Lawang dikawal oleh UIN, Karangploso oleh Unisma dan Dau oleh UMM,” terang pria yang juga masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya tersebut.

Berbagai faktor disinyalir menjadi penyebab terus meningkatnya jumlah kasus di kabupaten. “Banyak yang tidak disiplin, impor case, juga klaster yang terus berkembang,” terang Wahyu.

Seperti diberitakan sebelumya, Presiden RI Joko Widodo memberikan tenggat waktu selama 2 minggu untuk pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menurunkan jumlah pasien positif korona. Perintah tersebut ditindaklanjuti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan memerintahkan pada seluruh kepala daerah untuk menggandeng akademisi guna mencari solusi di wilayah masing-masing. Tidak terkecuali di Kabupaten Malang.

Pewarta: Farik Fajarwati
Foto: Farik Fajarwati
Editor: Hendarmono Al Sidarto