JawaPos.com- GM FKPPI Jatim angkat bicara terkait kasus Dosen UNJ Robertus Robet. Mereka meminta agar semua pihak menahan diri dan mempercayakan penanganan kepada kepolisian.

“Karena begitu banyak keinginan untuk tidak sabar dan berkehendak mendatangi rumah Robet langsung karena tersinggung. Tapi kami menahan diri, meminta anggota tenang dan percaya kepada polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur Ir R Agoes Soerjanto, Kamis sore (7/3)

Agoes juga memberikan apresiasi kepada polisi yang telah bersikap tegas menetapkan Robertus Robet sebagai tersangka. Menurutnya, lagu yang dinyanyikan Robet itu jelas sangat menyinggung. Lagu itu populer di kalangan demonstran 98. Tapi lagu tersebut sudah tidak kontekstual.

“Dan bila dinyanyikan saat ini, di mana ABRI telah berubah menjadi TNI atau Polri yang profesional, m aka lagu tersebut bukan hanya tidak kontekstual tetapi juga sangat menghina,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Agoes meminta semua kepada pihak untuk menjaga diri. Apalagi Pemilu 2019 sudah semakin dekat.

“Jangan sampai atas nama demokrasi, semua pihak atau siapapun boleh sesuka hati menyampaikan,” katanya.

Indonesia, tambah Agoes, dibangun atas dasar etika dan moral yang agung. Antar sesama, kelompok, agama, pemerintah harus saling menghormati. Harus saling menjaga marwah dan martabat negara-bangsa.

“Jangan malah menjelek-jelekkan negara dan pemerintahannya sendiri. Dari kasus Rebertus Robet ini, menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Mari Bersama membangun negara ini dengan damai dan harmonis. Semuanya bisa diselesaikan dengan musyawarah,” tutupnya.

Editor           : Dida Tenola