SINGOSARI – Sekitar 200 siswa taman kanak-kanak (TK) tampak antusias saat ikut mewarnai topeng Malangan di Kedai Seni kemarin (23/1). Semua siswa itu berasal dari TK Islam Al Ma’arif. Pelibatan mereka memang disengaja sanggar seni dari Jalan Tumapel, Kecamatan Singosari. Tujuannya untuk memperkenalkan kesenian khas dari Malang.

”Ini merupakan acara yang pertama di tahun 2019. Kalau tahun lalu kami sudah melaksanakan workshop seperti ini sebanyak lima kali,” terang budayawan sekaligus pengelola Kedai Seni Djoko Rendy. Sambutan antusias juga ditunjukkan salah satu guru TK Islam Al Ma’arif, Khanit Faidah.

Bagi dia, kegiatan semacam itu cukup efektif untuk mengilangkan ketergantungan anak pada gadget. ”Salah satu penekanan kecenderungan anak dengan gadget ya bermain sambil belajar mewarnai seperti sekarang ini. Saya kira ini sangat bagus untuk perkembangan anak di era digitalisasi,” tambah dia.

Harapan serupa juga disematkan pengurus Kedai Seni. Dengan sabar crew di sana mendampingi anak-anak TK untuk membubuhkan warna cat pada setiap topeng. Berikutnya, kegiatan serupa bakal digelar kembali. Pelajar pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi sasaran utamanya.

Pewarta               : Miftahul Huda
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Bayu Mulya
Fotografer          : Wisnu Fajar Dewantara