alexametrics
23 C
Malang
Wednesday, 6 July 2022

Lima Bulan, Dinkes Kabupaten Malang Temukan 81 ODHA Baru

KABUPATEN-Jumlah peningkatan kasus baru HIV/AIDS terbanyak berikutnya datang dari Kabupaten Malang. Mulai bulan Januari hingga Mei lalu, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang Mursyidah menyebut ada 81 penderita baru yang teridentifikasi. Meski ada penambahan, perempuan yang juga menjadi akademisi itu mengatakan bila pertumbuhan tersebut masih lebih sedikit dibandingkan temuan di tahun 2021.

Sebab pada periode Januari sampai Desember tahun lalu, pihaknya mencatat ada 173 orang yang terdeteksi menderita HIV/ AIDS. Mursyidah menerangkan, meski terjangkit HIV/AIDS, para penderitanya bisa hidup normal. Pemkab Malang juga sudah mempunyai program untuk mencegah kematian penderita HIV. ”Ini sesuai dengan tujuan kita, agar tidak ada kematian berkaitan dengan HIV. Bahwa ada harapan hidup yang sama dengan penyakit lainnya jika diobati secara teratur,” kata alumnus Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

Kunci dari pencapaian itu adalah identifikasi secara dini, dan langsung menjalani pengobatan antiretroviral (ARV). Pengobatan itu menekan jumlah virus (viral load), sehingga berpotensi meningkatkan status imunitas pasien HIV/AIDS. Muaranya yakni mengurangi angka kematian. Beranjak dari data itu, Pemkab Malang terus mencoba memperluas jangkauan tes. ”Saat ini ada 65 layanan testing HIV. Utamanya untuk menjangkau populasi warga yang berisiko,” kata dia.

Menurut Mursyidah, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa hidup normal jika sudah dua tahun teratur mengonsumsi ARV. Syarat utamanya tentu ODHA harus disiplin dalam meminum obat ARV. ”Oleh karena itu kami terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan kemandirian ODHA untuk patuh dalam pengobatan. Sehingga gejala bisa diatasi,” kata dia. Selanjutnya, pihaknya juga terus menggencarkan edukasi ke masyarakat. Utamanya menjelaskan bila HIV/AIDS adalah penyakit infeksi yang bisa dicegah dan ada obatnya.

Sebagaimana diberitakan, kelonggaran aturan soal protokol kesehatan (prokes) menghadirkan sejumlah fakta baru yang patut diwaspadai. Salah satunya terkait penyebaran HIV/AIDS. Sejak bulan Januari hingga April lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) dari tiga daerah di Malang raya mencatat adanya tren peningkatan kasusnya. Bila ditotal, ada 244 kasus baru HIV/AIDS di Malang Raya . Yang paling menonjol di Kota Malang. Sebab, selama empat bulan saja, tepatnya Januari sampai April, Dinkes Kota Malang telah mengidentifikasi adanya 153 penderita HIV/AIDS baru. (mel/fin/fif/by)

 

KABUPATEN-Jumlah peningkatan kasus baru HIV/AIDS terbanyak berikutnya datang dari Kabupaten Malang. Mulai bulan Januari hingga Mei lalu, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang Mursyidah menyebut ada 81 penderita baru yang teridentifikasi. Meski ada penambahan, perempuan yang juga menjadi akademisi itu mengatakan bila pertumbuhan tersebut masih lebih sedikit dibandingkan temuan di tahun 2021.

Sebab pada periode Januari sampai Desember tahun lalu, pihaknya mencatat ada 173 orang yang terdeteksi menderita HIV/ AIDS. Mursyidah menerangkan, meski terjangkit HIV/AIDS, para penderitanya bisa hidup normal. Pemkab Malang juga sudah mempunyai program untuk mencegah kematian penderita HIV. ”Ini sesuai dengan tujuan kita, agar tidak ada kematian berkaitan dengan HIV. Bahwa ada harapan hidup yang sama dengan penyakit lainnya jika diobati secara teratur,” kata alumnus Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

Kunci dari pencapaian itu adalah identifikasi secara dini, dan langsung menjalani pengobatan antiretroviral (ARV). Pengobatan itu menekan jumlah virus (viral load), sehingga berpotensi meningkatkan status imunitas pasien HIV/AIDS. Muaranya yakni mengurangi angka kematian. Beranjak dari data itu, Pemkab Malang terus mencoba memperluas jangkauan tes. ”Saat ini ada 65 layanan testing HIV. Utamanya untuk menjangkau populasi warga yang berisiko,” kata dia.

Menurut Mursyidah, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa hidup normal jika sudah dua tahun teratur mengonsumsi ARV. Syarat utamanya tentu ODHA harus disiplin dalam meminum obat ARV. ”Oleh karena itu kami terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan kemandirian ODHA untuk patuh dalam pengobatan. Sehingga gejala bisa diatasi,” kata dia. Selanjutnya, pihaknya juga terus menggencarkan edukasi ke masyarakat. Utamanya menjelaskan bila HIV/AIDS adalah penyakit infeksi yang bisa dicegah dan ada obatnya.

Sebagaimana diberitakan, kelonggaran aturan soal protokol kesehatan (prokes) menghadirkan sejumlah fakta baru yang patut diwaspadai. Salah satunya terkait penyebaran HIV/AIDS. Sejak bulan Januari hingga April lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) dari tiga daerah di Malang raya mencatat adanya tren peningkatan kasusnya. Bila ditotal, ada 244 kasus baru HIV/AIDS di Malang Raya . Yang paling menonjol di Kota Malang. Sebab, selama empat bulan saja, tepatnya Januari sampai April, Dinkes Kota Malang telah mengidentifikasi adanya 153 penderita HIV/AIDS baru. (mel/fin/fif/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/