alexametrics
27.2 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Kasus Covid Mayoritas Kiriman Luar Kota

MALANG KOTA – Hati-hati saat menerima tamu, atau berkomunikasi dengan warga luar kota. Pastikan Anda menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) untuk mencegah penularan Covid-19. Sebab, belakangan ini terjadi penambahan kasus, mayoritas dari pendatang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat, pada 1-3 Juli lalu terjadi penambahan 19 kasus positif. ”Rinciannya, pada 1 Juli ada 8 kasus dengan 6 kasus dari pendatang. Sedangkan pada 2 Juli ada 7 kasus dengan 5 kasus dari pendatang, dan 3 Juli ada 4 kasus dengan 2 kasus dari pendatang,” ujar Sub Koordinator Sub Substansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Malang drg Muhammad Zamroni, kemarin.

Dengan pertambahan kasus yang didominasi oleh para pendatang dari luar Kota Malang tersebut, Zamroni mengimbau agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan. Selain itu, vaksinasi booster harus segera dipenuhi untuk melindungi kondisi masyarakat. “Hal yang sama juga berlaku untuk warga Kota Malang,” tegasnya.

Sama seperti sebelumnya, Zamroni mengimbau masyarakat yang terinfeksi varian Covid-19 untuk isolasi mandiri. Langkah itu bisa dilakukan dengan pengawasan puskesmas setempat.

Sementara Ketua Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Malang itu mengungkapkan, masyarakat juga tidak boleh mengendurkan kewaspadaan. Sebab, menjelang minggu ketiga bulan Juli pemerintah pusat memprediksi adanya puncak kenaikan kasus.

Meski begitu, rencana untuk membuka kembali rumah sakit (RS) lapangan tampaknya belum akan dilakukan. Hal tersebut mengingat jumlah kasus yang masih bisa dikendalikan dan kebanyakan merupakan mereka yang terinfeksi tanpa gejala. “Jadi sejauh ini kami hanya meningkatkan upaya promotif hingga preventif,” imbuhnya.

Upaya preventif misalnya, berupa vaksinasi. Jika sebelumnya target vaksinasi sebesar 30 persen, kini ditingkatkan menjadi 50 persen. Sementara itu, capaian vaksin booster di Kota Malang sampai 3 Juli 2022 adalah 41,95 persen. “Untuk vaksin, sekarang kami fokuskan pada dua titik, yakni dinkes setiap hari Jumat dan Polkesma. Karena saat kita sebar di Puskesmas justru peminatnya sedikit,” sambung Zamroni.

Yang menjadi tantangan saat ini, kata Zamroni, adalah vaksinasi terhadap disabilitas. Sebab, disabilitas perlu mendapatkan vaksin berjenis Sinopharm. Namun, stok vaksin Sinopharm milik dinkes sedang kosong, sehingga banyak disabilitas yang belum melakukan vaksinasi booster.

“Kami sudah usulkan stoknya, tapi di pusat ternyata tidak ada. Yang melimpah justru vaksin jenis Sinovac. Kemungkinan akan dikembalikan ke provinsi untuk di-realokasi ke kabupaten atau kota lain yang membutuhkan,” terangnya. (mel/dan)

MALANG KOTA – Hati-hati saat menerima tamu, atau berkomunikasi dengan warga luar kota. Pastikan Anda menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) untuk mencegah penularan Covid-19. Sebab, belakangan ini terjadi penambahan kasus, mayoritas dari pendatang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat, pada 1-3 Juli lalu terjadi penambahan 19 kasus positif. ”Rinciannya, pada 1 Juli ada 8 kasus dengan 6 kasus dari pendatang. Sedangkan pada 2 Juli ada 7 kasus dengan 5 kasus dari pendatang, dan 3 Juli ada 4 kasus dengan 2 kasus dari pendatang,” ujar Sub Koordinator Sub Substansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Malang drg Muhammad Zamroni, kemarin.

Dengan pertambahan kasus yang didominasi oleh para pendatang dari luar Kota Malang tersebut, Zamroni mengimbau agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan. Selain itu, vaksinasi booster harus segera dipenuhi untuk melindungi kondisi masyarakat. “Hal yang sama juga berlaku untuk warga Kota Malang,” tegasnya.

Sama seperti sebelumnya, Zamroni mengimbau masyarakat yang terinfeksi varian Covid-19 untuk isolasi mandiri. Langkah itu bisa dilakukan dengan pengawasan puskesmas setempat.

Sementara Ketua Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Malang itu mengungkapkan, masyarakat juga tidak boleh mengendurkan kewaspadaan. Sebab, menjelang minggu ketiga bulan Juli pemerintah pusat memprediksi adanya puncak kenaikan kasus.

Meski begitu, rencana untuk membuka kembali rumah sakit (RS) lapangan tampaknya belum akan dilakukan. Hal tersebut mengingat jumlah kasus yang masih bisa dikendalikan dan kebanyakan merupakan mereka yang terinfeksi tanpa gejala. “Jadi sejauh ini kami hanya meningkatkan upaya promotif hingga preventif,” imbuhnya.

Upaya preventif misalnya, berupa vaksinasi. Jika sebelumnya target vaksinasi sebesar 30 persen, kini ditingkatkan menjadi 50 persen. Sementara itu, capaian vaksin booster di Kota Malang sampai 3 Juli 2022 adalah 41,95 persen. “Untuk vaksin, sekarang kami fokuskan pada dua titik, yakni dinkes setiap hari Jumat dan Polkesma. Karena saat kita sebar di Puskesmas justru peminatnya sedikit,” sambung Zamroni.

Yang menjadi tantangan saat ini, kata Zamroni, adalah vaksinasi terhadap disabilitas. Sebab, disabilitas perlu mendapatkan vaksin berjenis Sinopharm. Namun, stok vaksin Sinopharm milik dinkes sedang kosong, sehingga banyak disabilitas yang belum melakukan vaksinasi booster.

“Kami sudah usulkan stoknya, tapi di pusat ternyata tidak ada. Yang melimpah justru vaksin jenis Sinovac. Kemungkinan akan dikembalikan ke provinsi untuk di-realokasi ke kabupaten atau kota lain yang membutuhkan,” terangnya. (mel/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/