5 Langkah Strategis Rumah Sakit Siloam Cegah Penularan Virus Korona

JawaPos.com – RADARMALANG.ID – Virus Korona jenis baru atau COVID-19 telah menjangkiti 4 orang di tanah air. Jumlah kasus terinfeksi di seluruh dunia sudah menembus lebih dari 100 ribu orang. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan sebagai tonggak utama, harus lebih ketat dan responsif dalam proses skrining pada pasien yang datang.

Kewaspadaan dan upaya pencegahan virus Korona juga dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Siloam. Dalam keterangan tertulis Siloam Hospitals Group, Sabtu (7/3), berbagai upaya juga telah dilakukan oleh negara-negara lain dalam mengendalikan penyebaran COVID-19. Berdasarkan pembelajaran tersebut, Siloam Hospitals Group telah menerapkan beberapa best practice demi keamanan pasien, pengunjung, tenaga medis, dan komunitas sekitar.

Namun demikian, upaya pengendalian penyebaran COVID-19 haruslah dilakukan oleh seluruh masyarakat dan dimulai oleh setiap individu.

1. Limitasi Akses Masuk
– Akses masuk rumah sakit hanya melalui pintu masuk yang ditentukan dan Instalasi Gawat Darurat (IGD)

2. Limitasi Jumlah Pengunjung
– Setiap pasien hanya boleh didampingi oleh satu orang
– Imbauan untuk membatasi kunjungan ke pasien, termasuk kunjungan rohani

3. Skrining Kondisi Pasien Sebelum Memasuki Rumah Sakit
– Pengukuran suhu tubuh
– Pengisian formulir pernyataan kesehatan oleh pasien – Pemeriksaan lebih lanjut di tempat terpisah bagi pasien dalam pemantauan, dalam pengawasan, dan suspect COVID-19.

4. Isolasi
– Pasien dengan kriteria pemantauan dan pengawasan ditempatkan di ruangan isolasi sesuai standar WHO

5. Rujukan untuk Uji Konfirmasi
– Sesuai arahan Kementerian Kesehatan, pasien suspect akan dirujuk ke rumah sakit yang ditetapkan oleh Kemenkes

Aktivitas di Rumah Sakit Siloam. Siloam Hospitals Group melakukan sejumlah langkah untuk mencegah penularan virus Korona (Dok Siloam Hospitals Group)

Dan tak hanya di rumah sakit, masyarakat juga diminta untuk melindungi diri sendiri dengan cara:
1. Cuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Hindari menyentuh obyek di area publik (misalnya gagang pintu, rel tangga/eskalator, tombol lift). Penularan virus adalah melalui droplet yang tertinggal di permukaan benda mati yang kita sentuh
2. Bila sakit, lakukan isolasi diri dengan berdiam di rumah dan membatasi interaksi dengan orang lain
3. Bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk proses skrining yang dilakukan oleh pihak yang berwenang di mana pun Anda berada (misalnya, di rumah sakit, bandara, sekolah, dll)
4. Tidak bersalaman/berjabat tangan
5. Hindari keramaian dan pertemuan dengan banyak orang (misalnya rapat besar, konferensi, dll)
6. Jangan panik dan jangan mudah terpancing dengan berita yang tidak bertanggung jawab

Melalui Kementerian Kesehatan, pemerintah Indonesia juga telah menyediakan kontak hotline yang dapat dihubungi terkait COVID-19 di nomor (021) 5210 411 atau 0812 1212 3119.

Daftar RS rujukan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta, Banten, Surabaya, dan Bali:
1. RSPI Dr. Sulianti Saroso (DKI)
2. RSU Persahabatan (DKI)
3. RSPAD Gatot Soebroto (DKI)
4. RSU Serang (Banten)
5. RSU Tangerang (Banten)
6. RSU Dr. Soetomo (Surabaya)
7. RSU Sanglah (Bali)
8. RSU Tabanan (Bali)
9. RSU Sanjiwani Gianyar (Bali)

Saksikan video terkait virus Korona berikut ini:

Video lainnya terkait virus Korona:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani