alexametrics
22.3 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

RSUD Kota Malang Targetkan Akreditasi Paripurna Versi STARKES

MALANG KOTA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang terus berbenah. Paling anyar, rumah sakit pelat merah ini tengah mempersiapkan diri untuk melaksanakan re-akreditasi. Bahkan, RS ini menargetkan meraih akreditasi paripurna versi STARKES (Standar Akreditasi Rumah Sakit Kemenkes). Rencananya RS ini bakal disurvei pada 25, 27, dan 28 Oktober 2022 mendatang.

Ketua Tim Akreditasi RSUD Kota Malang dr. RA. Siti Juhariyah, Sp.P menyampaikan pembentukan tim sudah dilakukan sejak 6 bulan yang lalu atau Maret 2022. Tim akreditasi telah membentuk kelompok kerja sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sejumlah 16 bab. “Kami lakukan bimbingan akreditasi. Sejak 11­-14 Juli 2022 bimbingan akreditasi bab manajemen. Sementara 18-­20 Juli dilakukan bimbingan akreditasi bab keperawatan,” katanya.

Tak hanya itu, tim akreditasi RSUD Kota Malang juga memenuhi semua dokumen yang diminta oleh pihak KARS. Termasuk mempersiapkan semua sarana, prasarana, fasilitas, alat kesehatan. “Kami berusaha memenuhi sesuai standar dari Kemenkes RI,” tambah dokter spesialis paru di RSUD Kota Malang itu.

Di sisi lain, pihak tim akreditasi juga selalu menggelar rapat rutin setiap Senin. Rapat itu bertujuan untuk update perkembangan, evaluasi dan memecahkan tiap masalah yang mungkin terjadi. Selain membentuk tim akreditasi sesuai pokja sejumlah 16 bab, RSUD Kota Malang juga melakukan penunjukan asesor internal. Di antaranya asesor internal manajemen, asesor internal medis dan asesor internal keperawatan. “Setiap asesor tugasnya memonitoring, mengevaluasi kemajuan masing-­masing pokja yang dibawahinya,” imbuh dr Riya, ­sapaan akrab dr RA Siti Juhariyah SpP.

Selanjutnya, tim akreditasi RSUD Kota Malang juga menggelar survei simulasi pada 5­11 September nanti. “Kami seperti latihan survei, tapi dilakukan oleh internal. Kami akan menilai sendiri kesiapan RSUD Kota Malang sudah berapa persen dan (dinilai) apakah bisa lulus,” tegas perempuan yang juga Ketua Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Kota Malang itu.

Sebagai informasi, hakikat akreditasi itu adalah proses bagaimana rumah sakit bisa memenuhi dan patuh pada perundang-­undangan yang telah ditetapkan pemerintah. Tentu tujuannya untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien. “Jadi melalui akreditasi ini, RSUD Kota Malang akan dinilai apakah sudah memenuhi semua UU, sesuai aturan perundang­undangan yang ditetapkan. Mulai dari administrasi, pelayanan, manajemen dan keselamatan kita yang bekerja di rumah sakit,” tukas dr Riya.

Sejak 2017, RSUD Kota Malang telah terakreditasi perdana. “Seharusnya 4 tahun sekali harus diperbarui, harusnya 2021, tapi mundur sampai 2022 karena ada pandemi Covid­19 kemarin,” ucap dr Riya. Jika menargetkan akreditasi Paripurna versi KARS, menurut dr Riya, dari 16 bab itu RSUD Kota Malang harus lulus semua atau mendapatkan nilai lebih dari 80 persen. Misalnya, di bab manajemen ada MFK (Manajemen Fasilitas dan Keselamatan). Di MFK ini, KARS menilai bagaimana rumah sakit membersiapkan sarana prasarana yang aman, baik untuk pasien maupun pekerja di rumah sakit.

“Target satu bulan kami harus mengirim penilaian terhadap kesiapan kita ke KARS, sekitar 20 September persiapan harus 100 persen. Persiapan kami saat ini (9/8) sudah mencapai 60­-70 persen. Kami kebut supaya mencapai target 100 persen pada September nanti,” tegas dr Riya. (bin/dik)

MALANG KOTA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang terus berbenah. Paling anyar, rumah sakit pelat merah ini tengah mempersiapkan diri untuk melaksanakan re-akreditasi. Bahkan, RS ini menargetkan meraih akreditasi paripurna versi STARKES (Standar Akreditasi Rumah Sakit Kemenkes). Rencananya RS ini bakal disurvei pada 25, 27, dan 28 Oktober 2022 mendatang.

Ketua Tim Akreditasi RSUD Kota Malang dr. RA. Siti Juhariyah, Sp.P menyampaikan pembentukan tim sudah dilakukan sejak 6 bulan yang lalu atau Maret 2022. Tim akreditasi telah membentuk kelompok kerja sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sejumlah 16 bab. “Kami lakukan bimbingan akreditasi. Sejak 11­-14 Juli 2022 bimbingan akreditasi bab manajemen. Sementara 18-­20 Juli dilakukan bimbingan akreditasi bab keperawatan,” katanya.

Tak hanya itu, tim akreditasi RSUD Kota Malang juga memenuhi semua dokumen yang diminta oleh pihak KARS. Termasuk mempersiapkan semua sarana, prasarana, fasilitas, alat kesehatan. “Kami berusaha memenuhi sesuai standar dari Kemenkes RI,” tambah dokter spesialis paru di RSUD Kota Malang itu.

Di sisi lain, pihak tim akreditasi juga selalu menggelar rapat rutin setiap Senin. Rapat itu bertujuan untuk update perkembangan, evaluasi dan memecahkan tiap masalah yang mungkin terjadi. Selain membentuk tim akreditasi sesuai pokja sejumlah 16 bab, RSUD Kota Malang juga melakukan penunjukan asesor internal. Di antaranya asesor internal manajemen, asesor internal medis dan asesor internal keperawatan. “Setiap asesor tugasnya memonitoring, mengevaluasi kemajuan masing-­masing pokja yang dibawahinya,” imbuh dr Riya, ­sapaan akrab dr RA Siti Juhariyah SpP.

Selanjutnya, tim akreditasi RSUD Kota Malang juga menggelar survei simulasi pada 5­11 September nanti. “Kami seperti latihan survei, tapi dilakukan oleh internal. Kami akan menilai sendiri kesiapan RSUD Kota Malang sudah berapa persen dan (dinilai) apakah bisa lulus,” tegas perempuan yang juga Ketua Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Kota Malang itu.

Sebagai informasi, hakikat akreditasi itu adalah proses bagaimana rumah sakit bisa memenuhi dan patuh pada perundang-­undangan yang telah ditetapkan pemerintah. Tentu tujuannya untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien. “Jadi melalui akreditasi ini, RSUD Kota Malang akan dinilai apakah sudah memenuhi semua UU, sesuai aturan perundang­undangan yang ditetapkan. Mulai dari administrasi, pelayanan, manajemen dan keselamatan kita yang bekerja di rumah sakit,” tukas dr Riya.

Sejak 2017, RSUD Kota Malang telah terakreditasi perdana. “Seharusnya 4 tahun sekali harus diperbarui, harusnya 2021, tapi mundur sampai 2022 karena ada pandemi Covid­19 kemarin,” ucap dr Riya. Jika menargetkan akreditasi Paripurna versi KARS, menurut dr Riya, dari 16 bab itu RSUD Kota Malang harus lulus semua atau mendapatkan nilai lebih dari 80 persen. Misalnya, di bab manajemen ada MFK (Manajemen Fasilitas dan Keselamatan). Di MFK ini, KARS menilai bagaimana rumah sakit membersiapkan sarana prasarana yang aman, baik untuk pasien maupun pekerja di rumah sakit.

“Target satu bulan kami harus mengirim penilaian terhadap kesiapan kita ke KARS, sekitar 20 September persiapan harus 100 persen. Persiapan kami saat ini (9/8) sudah mencapai 60­-70 persen. Kami kebut supaya mencapai target 100 persen pada September nanti,” tegas dr Riya. (bin/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/