alexametrics
22.4 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Pria 275 Kg yang Jatuh Bersama Lift di Rumahnya Alami Lima Patah Tulang

MALANG KOTA- Setelah melalui perawatan di Ruang ICU, Dwi Ariesta Wardhana, pasien patah tulang kaki yang jatuh di dalam lift rumah, akhirnya dipindahkan ke ruang perawatan reguler pada Senin (9/5). Itu dilakukan setelah tim dokter Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang memastikan kondisi pria dengan bobot 275 kilogram itu stabil.

Kepada wartawan, dr Agung Riyanto Budi Santoso SpOT(K) menjelaskan kondisi terakhir Dwi kemarin. Menurutnya, warga Perumahan Puri Kartika Asri yang jatuh dari lift rumahnya pada Sabtu pagi (7/5) itu mengalami patah tulang di engkel kanan dan lutut, serta patah tulang terbuka di engkel bagian kiri. Sementara itu, kondisi punggungnya aman. ”Kalau dihitung, total tulang yang patah ada lima. Yakni, bagian tibia, fibula (keduanya bagian dari tulang kering), cuboid (penghubung dengan jari kaki) pada engkel kiri, melleolus medialis di engkel kanan, dan yang engkel kiri sendinya lepas di bagian pertengahan telapak kaki,” beber Agung.

Baca Juga: https://radarmalang.jawapos.com/malang-raya/kota-malang/09/05/2022/saat-tk-berbobot-60-kg-sma-pernah-jadi-aktor-film/

Tim dokter pun berencana melakukan tindakan kuratif untuk emergency dan operasi pada lutut bagian kiri setelah kondisi Dwi stabil. Proses operasi emergency diperkirakan menghabiskan waktu selama dua setengah jam ditambah pembiusan. Pihaknya juga melakukan observasi di ICU karena tidak ingin kecolongan, mengingat kasus overweight berisiko mengalami banyak komplikasi. ”Dari hasil pemeriksaan terbaru, tim dokter menemukan masalah pada marker diabetes. Hari ini kita berencana melakukan konsultasi bersama stakeholder atau seksi terkait seperti penyakit dalam dan instalasi gizi,” terang dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi itu.

Menurut Agung, salah satu permasalahan Dwi saat ini adalah terkait pengaturan gizi. Antara diet dan proses penyembuhan patah tulangnya agak kontradiktif. Dengan berat badan pasien tersebut, perlu dihitung persentase lemak dan protein. ”Yang dibutuhkan dalam penyembuhan tulang adalah protein. Jadi, nanti akan diatur komposisi nutrisi yang bisa support protein, tetapi bisa menurunkan lemak,” ujarnya.

Tantangan lainnya adalah pemeriksaan CT Scan dan meja operasi. Dengan kondisi tubuh Dwi, tim dokter rencananya akan menyiapkan dua meja operasi, karena satu meja operasi hanya memiliki lebar 70 cm atau setengah dari ukuran tubuhnya. ”Untuk tulang yang masih patah dan belum dioperasi kita pasang gips di bawah biar tidak gerak. Minimal pasien tidak nyeri. Lalu, implan kita akan pasang yang titanium,” katanya.

Jika sudah memperoleh konfirmasi dari divisi penyakit dalam, Agung menargetkan operasi yang sebenarnya akan dilaksanakan pekan depan dalam satu tahap. Proses operasi itu meliputi lutut dan engkel. Sebab, apabila operasi berlangsung dua kali, tentu akan lebih memakan waktu. ”Untuk pengaturan gizi sudah sejak hari pertama. Yang awal kita atur agar gizinya seimbang dulu. Biasanya kita selesaikan patah tulang, baru melakukan program diet,” tandasnya. (mel/fat)

MALANG KOTA- Setelah melalui perawatan di Ruang ICU, Dwi Ariesta Wardhana, pasien patah tulang kaki yang jatuh di dalam lift rumah, akhirnya dipindahkan ke ruang perawatan reguler pada Senin (9/5). Itu dilakukan setelah tim dokter Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang memastikan kondisi pria dengan bobot 275 kilogram itu stabil.

Kepada wartawan, dr Agung Riyanto Budi Santoso SpOT(K) menjelaskan kondisi terakhir Dwi kemarin. Menurutnya, warga Perumahan Puri Kartika Asri yang jatuh dari lift rumahnya pada Sabtu pagi (7/5) itu mengalami patah tulang di engkel kanan dan lutut, serta patah tulang terbuka di engkel bagian kiri. Sementara itu, kondisi punggungnya aman. ”Kalau dihitung, total tulang yang patah ada lima. Yakni, bagian tibia, fibula (keduanya bagian dari tulang kering), cuboid (penghubung dengan jari kaki) pada engkel kiri, melleolus medialis di engkel kanan, dan yang engkel kiri sendinya lepas di bagian pertengahan telapak kaki,” beber Agung.

Baca Juga: https://radarmalang.jawapos.com/malang-raya/kota-malang/09/05/2022/saat-tk-berbobot-60-kg-sma-pernah-jadi-aktor-film/

Tim dokter pun berencana melakukan tindakan kuratif untuk emergency dan operasi pada lutut bagian kiri setelah kondisi Dwi stabil. Proses operasi emergency diperkirakan menghabiskan waktu selama dua setengah jam ditambah pembiusan. Pihaknya juga melakukan observasi di ICU karena tidak ingin kecolongan, mengingat kasus overweight berisiko mengalami banyak komplikasi. ”Dari hasil pemeriksaan terbaru, tim dokter menemukan masalah pada marker diabetes. Hari ini kita berencana melakukan konsultasi bersama stakeholder atau seksi terkait seperti penyakit dalam dan instalasi gizi,” terang dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi itu.

Menurut Agung, salah satu permasalahan Dwi saat ini adalah terkait pengaturan gizi. Antara diet dan proses penyembuhan patah tulangnya agak kontradiktif. Dengan berat badan pasien tersebut, perlu dihitung persentase lemak dan protein. ”Yang dibutuhkan dalam penyembuhan tulang adalah protein. Jadi, nanti akan diatur komposisi nutrisi yang bisa support protein, tetapi bisa menurunkan lemak,” ujarnya.

Tantangan lainnya adalah pemeriksaan CT Scan dan meja operasi. Dengan kondisi tubuh Dwi, tim dokter rencananya akan menyiapkan dua meja operasi, karena satu meja operasi hanya memiliki lebar 70 cm atau setengah dari ukuran tubuhnya. ”Untuk tulang yang masih patah dan belum dioperasi kita pasang gips di bawah biar tidak gerak. Minimal pasien tidak nyeri. Lalu, implan kita akan pasang yang titanium,” katanya.

Jika sudah memperoleh konfirmasi dari divisi penyakit dalam, Agung menargetkan operasi yang sebenarnya akan dilaksanakan pekan depan dalam satu tahap. Proses operasi itu meliputi lutut dan engkel. Sebab, apabila operasi berlangsung dua kali, tentu akan lebih memakan waktu. ”Untuk pengaturan gizi sudah sejak hari pertama. Yang awal kita atur agar gizinya seimbang dulu. Biasanya kita selesaikan patah tulang, baru melakukan program diet,” tandasnya. (mel/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/