21.3 C
Malang
Friday, 3 February 2023

Dinas Kesehatan Larang Peredaran Jajan Ciki Ngebul

BATU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu melarang pedagang menjual jajanan ciki ngebul, karena berdampak buruk terhadap kesehatan. Saat ini, dinkes juga gencar melakukan sosialisasi pada para pedagang, agar tidak menjual jajanan yang berbahan nitrogen cair itu. Nantinya tak hanya sosialisasi, Dinkes Kota Batu mengancam akan mengambil bahan nitrogen cair jika ditemukan pedagang yang membandel. Langkah tegas ini dilakukan untuk menindaklanjuti aturan dari Kemenkes RI mengenai pengawasan penjualan ciki ngebul.

Selain itu larangan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus keracunan pada anak di Kota Batu akibat mengonsumsi ciki ngebul. “Sesuai dengan peraturan Kementerian Kesehatan, tugas dan fungsi kami adalah pengawasan dan pembinaan. Namun jika tetap ada yang menjual setelah dilakukan pembinaan maka kami akan meminta nitrogen yang dijual oleh pedagang,” kata Kabid Pelayanan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Batu, dr Icang Sarazen, Kamis kemarin (19/01). Di Kota Batu, sesuai laporan Dinas Kesehatan Larang Peredaran Jajan Ciki Ngebul masyarakat ada 3 titik yang diawasi. Di antaranya di AlunAlun Kota Batu, di Jatim Park dan kemudian di Selecta. “Ketiga titik ini sudah kami datangi dan lakukan pemahaman kepada pedagang, terkait larangan penjualan ciki ngebul yang membahayakan bagi kesehatan.

Dengan pendekatan kami, alhamdulillah para penjual menyadari,” jelasnya. Dia menambahkan, pihaknya juga menggandeng Diskumdag Kota Batu bersama yayasan konsumen untuk mengawasi peredaran ciki ngebul ini. “Masyarakat umum diimbau agar tidak mengonsumsi jajanan berbahan dasar nitrogen cair itu. Demi menghindari keracunan,” tandasnya. Di Kota Batu sendiri, belum ditemukan kasus keracunan anak akibat ciki ngebul tersebut. Namun angka secara nasional, menurut Kemenkes ada 25 anak yang mengalami keracunan jajanan itu. (adk/lid)

BATU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu melarang pedagang menjual jajanan ciki ngebul, karena berdampak buruk terhadap kesehatan. Saat ini, dinkes juga gencar melakukan sosialisasi pada para pedagang, agar tidak menjual jajanan yang berbahan nitrogen cair itu. Nantinya tak hanya sosialisasi, Dinkes Kota Batu mengancam akan mengambil bahan nitrogen cair jika ditemukan pedagang yang membandel. Langkah tegas ini dilakukan untuk menindaklanjuti aturan dari Kemenkes RI mengenai pengawasan penjualan ciki ngebul.

Selain itu larangan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus keracunan pada anak di Kota Batu akibat mengonsumsi ciki ngebul. “Sesuai dengan peraturan Kementerian Kesehatan, tugas dan fungsi kami adalah pengawasan dan pembinaan. Namun jika tetap ada yang menjual setelah dilakukan pembinaan maka kami akan meminta nitrogen yang dijual oleh pedagang,” kata Kabid Pelayanan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Batu, dr Icang Sarazen, Kamis kemarin (19/01). Di Kota Batu, sesuai laporan Dinas Kesehatan Larang Peredaran Jajan Ciki Ngebul masyarakat ada 3 titik yang diawasi. Di antaranya di AlunAlun Kota Batu, di Jatim Park dan kemudian di Selecta. “Ketiga titik ini sudah kami datangi dan lakukan pemahaman kepada pedagang, terkait larangan penjualan ciki ngebul yang membahayakan bagi kesehatan.

Dengan pendekatan kami, alhamdulillah para penjual menyadari,” jelasnya. Dia menambahkan, pihaknya juga menggandeng Diskumdag Kota Batu bersama yayasan konsumen untuk mengawasi peredaran ciki ngebul ini. “Masyarakat umum diimbau agar tidak mengonsumsi jajanan berbahan dasar nitrogen cair itu. Demi menghindari keracunan,” tandasnya. Di Kota Batu sendiri, belum ditemukan kasus keracunan anak akibat ciki ngebul tersebut. Namun angka secara nasional, menurut Kemenkes ada 25 anak yang mengalami keracunan jajanan itu. (adk/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/