Konsumsi Makanan Manis saat Ramadan Ada Aturannya Lho, Simak Penjelasan Ahli Gizi Berikut Ini

ZETIZENID – Sweet temptation atau keinginan untuk mengonsumsi makanan manis biasanya melonjak saat bulan Ramadhan. Memasuki bulan suci, banyak orang yang memilih makanan dan minuman manis untuk jadi menu buka puasa.

Zetizen Malang pun melakukan survei untuk melihat sejauh mana ketertarikan orang terhadap makanan manis. Hasilnya, 7 dari 10 responden menyukai takjil manis untuk santapan saat berbuka.

Entah itu berkreasi dengan masak sendiri atau hunting di pasar takjil, jajanan manis pasti laris manis. Tidak hanya enak, ternyata makanan atau minuman manis punya peran penting bagi tubuh saat berpuasa lho!

Dijelaskan oleh Leny Budhi Harti, S.Gz., M.Si.Med, saat berpuasa kita tidak mengonsumsi makanan dan minuman, sehingga tubuh menggunakan cadangan energi untuk tetap bisa melakukan aktivitas dan fungsi organ di dalam tubuh.

“Nah, makanan dan minuman manis mengandung karbohidrat sederhana yang dengan cepat dapat memu lihkan cadangan energi yang sudah digunakan saat berpuasa,” ungkap dosen Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tersebut.

Eits, meski penting bagi tubuh, mengkonsumsi makanan atau minuman manis tidak bisa sembarangan dan harus sesuai takaran.

“Dianjurkan saat buka puasa sebanyak 10-15% dari total kebutuhan energi harian,” ungkap Leny.

Selain itu, menyantap hidangan manis saat berbuka puasa juga ada aturan waktunya lho. “Makanan dan minuman manis memang di anjurkan untuk takjil. 30 menit setelah takjil habis, barulah makanan utama dikonsumsi,” imbuhnya.

Saat berbuka rasanya bakal kurang lengkap kalau menyantap makanan manis tanpa ditemani minuman yang juga manis. Manis bertemu manis, apakah berbahaya? Ternyata tidak.

Leny mengungkapkan tidak masalah apabila makanan dan minuman sama-sama manis, asalkan kandungan energi dalam menu tersebut tidak melebihi energi tubuh kita.

“Konsumsi gula, sirup, atau pemanis harus diperhatikan. Tidak lebih dari 10% total kebutuhan energi,” ungkapnya.

Nah, godaan untuk menyicipi makanan atau minuman manis juga sering hadir saat waktu sahur. Tak ada masalah kok memilih menu sahur yang mengandung gula, asal jangan lupa untuk menambah menu makanan yang mengandung gizi lengkap.

Sebab jika hanya diisi yang manis seperti saat takjil, maka proses metabolisme dalam tubuh akan cepat dan berefek pada rasa cepat lapar.

Jika tak ingin badan lemas karena lapar, bijaklah untuk mengatur asupan gula saat sahur dan berbuka!

Penulis: Zhavirra Noor Rivdha
Foto: Istimewa

Editor: Indra M