Sambut New Normal, Ikuti Pedoman dari WHO Ini

RADARMALANG – The New normal belakangan ini menjadi frasa yang kerap kita dengar. Sebenarnya, apa itu new normal dan apa saja yang harus kita lakukan?

Menurut Dr Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Darurat WHO mengatakan, edukasi sangat penting agar masyarakat bisa mengetahui apa yang harus dan tidak boleh dilakukan selama The New Normal.

Lantas, bagaimana pedoman yang dianjurkan untuk dilakoni untuk bisa menerapkan The New Normal?

1. Mengenakan Masker

Mengenakan masker bisa jadi kedepannya menjadi kewajiban yang harus dilakukan dan ini diatur oleh negara/pemerintah. Sebaik-baiknya aturan ini ditegakkan berdasarkan motivasi bukan menerapkan denda bila tidak dipatuhi.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Benjamin van Rooij dan Emmeke B. Kooistra dari University of Amsterdam, menunjukkan bahwa orang lebih mematuhi pedoman coronavirus karena mereka termotivasi bukan karena ancaman.

2. Batasan Interaksi Sosial di Tempat Umum

Batasan interaksi sosial di ruang publik juga harus ada pengaturannya. Seperti di sekolah, tempat kerja, mall, supermarket, dan transportasi. Negara-negara maju saat ini sedang memikirkan bagaimana penerapan The New Normal. Apakah ini akan membawa perubahan dalam tatanan kota atau tidak.

3. Hidup Bersih

Menjaga kebersihan sepertinya akan menjadi kebiasaan yang wajib dilakukan kalau mau bertahan hidup. Ini termasuk mencuci tangan, menggunakan masker seperti yang sudah disinggung di atas. Ke depannya bukan tak mungkin manusia dituntut untuk hidup lebih teratur dan menjaga kebersihan.

Bukan semata untuk kesehatan, tetapi juga bertahan hidup.

Penerapan The New Normal ini tidak bisa sembarangan dilakukan, setidaknya menurut WHO pemerintah harus memenuhi beberapa persyaratan. Dengan penerapan The New Normal, pastinya negara akan mencabut lockdown ataupun PSBB, apakah negara siap untuk itu? Penuhi dulu persyaratan ini:

1. Penularan penyakit terkendali.
2. Sistem kesehatan dapat mendeteksi, menguji, mengisolasi, serta menangani setiap kasus dan melacak setiap kontak.
3. Risiko zona merah diminimalkan di tempat-tempat rentan, seperti panti jompo.
4. Sekolah, tempat kerja dan ruang-ruang publik lainnya telah menetapkan langkah-langkah pencegahan.
5. Risiko mengimpor kasus baru dapat dikelola.
6. Masyarakat sepenuhnya dididik, dilibatkan, dan diberdayakan untuk hidup di The New Normal.

Dilansir dari bbc.com (28/5), Spanyol akan menerapkan the new normal pada Juni 2020. Beberapa aturan yang diberlakukan adalah penerapan jarak sosial pada badan-badan usaha seperti hotel. Kemudian membuka sekolah secara perkala, dalam arti tidak semua sekolah langsung dibuka secara bersamaan.

Kemudian, badan usaha seperti restoran dapat mulai membuka tokonya, tetapi batas tamu tidak boleh lebih dari 30 persen. Ini berlaku juga untuk tempat-tempat ibadah dan bioskop. Penerapan jarak dua meter juga akan diterapkan pada toko-toko.

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: Exponea

Editor: Indra M