alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 1 October 2022

Anak Bakal Wajib Vaksin Penangkal Kanker Serviks

MALANG KOTA – Dalam dua tahun terakhir, ada sejumlah kasus kanker serviks (leher rahim) yang terdeteksi di Kota Malang. Berdasarkan temuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tahun 2020 ada 77 kasus. Sementara tahun 2021 menurun menjadi 50 kasus. Di samping deteksi dini dan menjaga pola hidup, cara lain mencegah kanker serviks adalah melalui vaksin Human Papilloma Virus (HPV). 

Pada tahun 2022, Kementerian Kesehatan melakukan penambahan jumlah imunisasi rutin wajib. Hal ini meliputi vaksin HPV. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan vaksin tersebut. Nantinya, vaksin HPV akan diwajibkan kepada anak perempuan kelas 5-6 SD dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) setiap bulan Agustus. 

Di Indonesia, pemberian vaksin HPV sudah dimulai tahun ini di 131 kabupaten/kota. Termasuk Jawa Timur. Targetnya, tahun 2023 seluruh daerah sudah melaksanakan. Meski begitu, di Kota Malang sampai saat ini masih fokus melakukan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Demikian yang dikatakan Ketua Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif beberapa waktu lalu. 

“Kalau vaksin HPV belum masuk program vaksinasi nasional. Maka dimasukkan ke kemampuan daerah masing-masing. Kebetulan kita belum dapat jatah,” terang mantan direktur RSUD Kota Malang itu. 

Namun, pejabat eselon II B Kota Malang itu menjelaskan bagi orang tua yang ingin memberikan vaksin HPV kepada anak bisa mengunjungi layanan kesehatan. Layanan kesehatan yang sudah menyediakan vaksin HPV adalah dokter praktik dan faskes swasta dengan sistem berbayar. 

Meskipun berbayar, dalam beberapa waktu terakhir sejumlah orang tua mulai melirik vaksin HPV untuk anak. Hal itu diungkapkan penanggung jawab Rumah Vaksin Malang dr Irma Nilasari. Sejak tahun 2021, sudah ada 10-15 anak yang mendapat vaksin HPV di tempatnya. 

“Bahkan, akhir-akhir ini sekitar 30 persen dari pasien yang datang ke tempat kami menanyakan hal tersebut. Sebab, mereka mulai sadar mengenai pentingnya mencegah kanker serviks. Dan alasan lain karena pemberiannya hanya 2 kali untuk anak usia 9-14 tahun,” jelasnya. 

Irma menyebutkan, selain perempuan vaksin HPV juga bisa diberikan kepada laki-laki. Sebab, vaksin ini mencegah kanker di area genitalia baik anus maupun serviks. Hal tersebut juga sudah masuk dalam rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Sementara pada program vaksinasi pemerintah belum semua daerah menerapkan. Salah satu yang sudah menerapkan adalah Jakarta. 

“Ke depan mungkin daerah-daerah lain menyusul. Untuk vaksin HPV memang sebaiknya diberikan mengingat zaman sekarang banyak yang melakukan perilaku seksual menyimpang,” ucapnya. 

Terlebih lagi penularan HPV terjadi melalui hubungan seksual. Sehingga sebaiknya pemberian vaksin dilakukan sebelum seseorang melakukan hubungan seksual. Namun, bagi perempuan yang sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual juga bisa mendapatkannya. 

“Tapi harus diskrining dulu dengan pap smear (tes untuk mendeteksi kanker serviks). Jika hasilnya baik bisa melakukan vaksinasi HPV,” tambahnya. 

Tak hanya Rumah Vaksin Malang, faskes swasta lain juga sudah menyediakan. Hal itu dibenarkan oleh Direktur RS Lavalette dr Mariani Indahri MMRS. Dalam dua tahun terakhir, ada beberapa orang tua yang mencari vaksin HPV untuk anak meski tak banyak. “Ya kurang lebih 10 pasien anak,” tandasnya. (mel/abm)

MALANG KOTA – Dalam dua tahun terakhir, ada sejumlah kasus kanker serviks (leher rahim) yang terdeteksi di Kota Malang. Berdasarkan temuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tahun 2020 ada 77 kasus. Sementara tahun 2021 menurun menjadi 50 kasus. Di samping deteksi dini dan menjaga pola hidup, cara lain mencegah kanker serviks adalah melalui vaksin Human Papilloma Virus (HPV). 

Pada tahun 2022, Kementerian Kesehatan melakukan penambahan jumlah imunisasi rutin wajib. Hal ini meliputi vaksin HPV. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan vaksin tersebut. Nantinya, vaksin HPV akan diwajibkan kepada anak perempuan kelas 5-6 SD dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) setiap bulan Agustus. 

Di Indonesia, pemberian vaksin HPV sudah dimulai tahun ini di 131 kabupaten/kota. Termasuk Jawa Timur. Targetnya, tahun 2023 seluruh daerah sudah melaksanakan. Meski begitu, di Kota Malang sampai saat ini masih fokus melakukan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Demikian yang dikatakan Ketua Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif beberapa waktu lalu. 

“Kalau vaksin HPV belum masuk program vaksinasi nasional. Maka dimasukkan ke kemampuan daerah masing-masing. Kebetulan kita belum dapat jatah,” terang mantan direktur RSUD Kota Malang itu. 

Namun, pejabat eselon II B Kota Malang itu menjelaskan bagi orang tua yang ingin memberikan vaksin HPV kepada anak bisa mengunjungi layanan kesehatan. Layanan kesehatan yang sudah menyediakan vaksin HPV adalah dokter praktik dan faskes swasta dengan sistem berbayar. 

Meskipun berbayar, dalam beberapa waktu terakhir sejumlah orang tua mulai melirik vaksin HPV untuk anak. Hal itu diungkapkan penanggung jawab Rumah Vaksin Malang dr Irma Nilasari. Sejak tahun 2021, sudah ada 10-15 anak yang mendapat vaksin HPV di tempatnya. 

“Bahkan, akhir-akhir ini sekitar 30 persen dari pasien yang datang ke tempat kami menanyakan hal tersebut. Sebab, mereka mulai sadar mengenai pentingnya mencegah kanker serviks. Dan alasan lain karena pemberiannya hanya 2 kali untuk anak usia 9-14 tahun,” jelasnya. 

Irma menyebutkan, selain perempuan vaksin HPV juga bisa diberikan kepada laki-laki. Sebab, vaksin ini mencegah kanker di area genitalia baik anus maupun serviks. Hal tersebut juga sudah masuk dalam rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Sementara pada program vaksinasi pemerintah belum semua daerah menerapkan. Salah satu yang sudah menerapkan adalah Jakarta. 

“Ke depan mungkin daerah-daerah lain menyusul. Untuk vaksin HPV memang sebaiknya diberikan mengingat zaman sekarang banyak yang melakukan perilaku seksual menyimpang,” ucapnya. 

Terlebih lagi penularan HPV terjadi melalui hubungan seksual. Sehingga sebaiknya pemberian vaksin dilakukan sebelum seseorang melakukan hubungan seksual. Namun, bagi perempuan yang sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual juga bisa mendapatkannya. 

“Tapi harus diskrining dulu dengan pap smear (tes untuk mendeteksi kanker serviks). Jika hasilnya baik bisa melakukan vaksinasi HPV,” tambahnya. 

Tak hanya Rumah Vaksin Malang, faskes swasta lain juga sudah menyediakan. Hal itu dibenarkan oleh Direktur RS Lavalette dr Mariani Indahri MMRS. Dalam dua tahun terakhir, ada beberapa orang tua yang mencari vaksin HPV untuk anak meski tak banyak. “Ya kurang lebih 10 pasien anak,” tandasnya. (mel/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/