24.7 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

RS Lavalette Punya Tiga Layanan Center of Excellent (CoE)

MALANG KOTA – Rumah Sakit (RS) Lavalette terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Kali ini RS Lavalette menyamakan diri dengan misi Kementerian Kesehatan untuk terus bertransformasi sebagai rumah sakit tingkat lanjutan. Itu dibuktikan dengan adanya Center of Excellent (CoE) yang mengembangkan tiga layanan. Di antaranya cancer center, kidney center dan NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

“CoE dipilih karena profil dan pemetaan kami secara SDM dan fasilitas mendukung. Apalagi perkembangan penyakit seperti kasus kanker dan ginjal sangat tinggi. Di samping itu juga NICU sangat penting bagi ibu dan anak.” tutur Direktur RS Lavalette dr Mariani Indahri MMRS, Rabu(26/10). Untuk itu perlu ada pengembangan akses layanan kesehatan bagi masyarakat umum.

Pada cancer center layanan akan diawali dengan diagnosa yang didukung oleh dokter berkompeten di bidang onkologi hingga dokter penyakit dalam bidang hematologi onkologi bahkan juga bersinergi dengan dokter yang ahli di bidang patologi. Terdapat tiga pendekatan mordalitas yang dilakukan. Pertama pembedahan, kedua kemoterapi dan terakhir radioterapi. “Di Jawa Timur khususnya tidak banyak rumah sakit swasta yang memiliki fasilitas radioterapi. Sehingga masyarakat Malang Raya dan sekitarnya bisa tersupport dengan layanan Radioterapi yang ada di kami,” lanjut wanita yang akrab disapa dr. Maya ini.

Pengembangan juga sedang dilakukan yakni dengan menghadirkan radioterapi internal dengan metode braki terapi atau memasukkan bahan radiasi langsung ke dalam tubuh untuk mengobati kanker. Diperkirakan layanan ini bisa digunakan pada 2023 mendatang. “Secara alur pelayanan, bagi peserta JKN-KIS bisa mengakses faskes kesehatan pertama untuk meminta rujukan. Untuk peserta asuransi dan swasta bisa langsung menemui dokter yang bersangkutan sesuai jam praktik,” sambungnya.

Sementara itu, pengem­bangan layanan kesehatan di bidang kidney center didasari dengan melihat kasus hipertensi dan diabetes yang masih tinggi akibat faktor genetik hingga gaya hidup. Sama seperti cancer center, layanan di bidang ginjal ini akan diawali dengan diagnosa dari dokter untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

“Begitu juga dengan layanan NICU. Kami mengembangkan layanan ini karena masih banyak kasus kehamilan yang rentan salah satunya bayi terlahir prematur,” urainya. Padahal masalah setelah kelahiran merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak. Sehingga harus ada perawatan yang intensif baik bagi bayi ataupun bagi ibunya. Sebab hasil akhir pelayanan di NICU akan berdampak pada kualitas penerus bangsa.
“Meskipun begitu upaya preventif untuk mencegah gangguan kesehatan harus terus digalakkan oleh masyarakat,” tutupnya. (fif/dik)

MALANG KOTA – Rumah Sakit (RS) Lavalette terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Kali ini RS Lavalette menyamakan diri dengan misi Kementerian Kesehatan untuk terus bertransformasi sebagai rumah sakit tingkat lanjutan. Itu dibuktikan dengan adanya Center of Excellent (CoE) yang mengembangkan tiga layanan. Di antaranya cancer center, kidney center dan NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

“CoE dipilih karena profil dan pemetaan kami secara SDM dan fasilitas mendukung. Apalagi perkembangan penyakit seperti kasus kanker dan ginjal sangat tinggi. Di samping itu juga NICU sangat penting bagi ibu dan anak.” tutur Direktur RS Lavalette dr Mariani Indahri MMRS, Rabu(26/10). Untuk itu perlu ada pengembangan akses layanan kesehatan bagi masyarakat umum.

Pada cancer center layanan akan diawali dengan diagnosa yang didukung oleh dokter berkompeten di bidang onkologi hingga dokter penyakit dalam bidang hematologi onkologi bahkan juga bersinergi dengan dokter yang ahli di bidang patologi. Terdapat tiga pendekatan mordalitas yang dilakukan. Pertama pembedahan, kedua kemoterapi dan terakhir radioterapi. “Di Jawa Timur khususnya tidak banyak rumah sakit swasta yang memiliki fasilitas radioterapi. Sehingga masyarakat Malang Raya dan sekitarnya bisa tersupport dengan layanan Radioterapi yang ada di kami,” lanjut wanita yang akrab disapa dr. Maya ini.

Pengembangan juga sedang dilakukan yakni dengan menghadirkan radioterapi internal dengan metode braki terapi atau memasukkan bahan radiasi langsung ke dalam tubuh untuk mengobati kanker. Diperkirakan layanan ini bisa digunakan pada 2023 mendatang. “Secara alur pelayanan, bagi peserta JKN-KIS bisa mengakses faskes kesehatan pertama untuk meminta rujukan. Untuk peserta asuransi dan swasta bisa langsung menemui dokter yang bersangkutan sesuai jam praktik,” sambungnya.

Sementara itu, pengem­bangan layanan kesehatan di bidang kidney center didasari dengan melihat kasus hipertensi dan diabetes yang masih tinggi akibat faktor genetik hingga gaya hidup. Sama seperti cancer center, layanan di bidang ginjal ini akan diawali dengan diagnosa dari dokter untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

“Begitu juga dengan layanan NICU. Kami mengembangkan layanan ini karena masih banyak kasus kehamilan yang rentan salah satunya bayi terlahir prematur,” urainya. Padahal masalah setelah kelahiran merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak. Sehingga harus ada perawatan yang intensif baik bagi bayi ataupun bagi ibunya. Sebab hasil akhir pelayanan di NICU akan berdampak pada kualitas penerus bangsa.
“Meskipun begitu upaya preventif untuk mencegah gangguan kesehatan harus terus digalakkan oleh masyarakat,” tutupnya. (fif/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/