alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 1 October 2022

Penuaan Itu Alami Tapi Bisa Dicegah

MALANG – Proses penuaan itu adalah suatu hal yang alami bagi siapa saja. Kondisi metabolisme tubuh yang menurun memang akan terjadi dengan bertahap. Bertambahnya usia tentunya membuat hormon tubuh terus berkurang.

“Pada usia 45 tahun ke atas udah masuk fase klinik. Orang pada usia tersebut masa ototnya berkurang dan terjadi peningkatan lemak pada tubuh,” jelas dr. Eric Rahardi, SpPD, FINASIM, dalam acara “Sambung Rasa Sahabat RKZ 2022 RS Panti Waluya Sawahan pada Sabtu, 27 Agustus di Ruang Maranatha RKZ.

Dalam paparannya, dokter Eric mencontohkan artis penyanyi Titiek Puspa, yang berpenampilan terlihat awet muda dan sehat terus di usianya yang telah senja. Ini karena banyak hal penting diperhatikannya dalam merawat kesehatan tubuhnya.

Menurut dr Eric, ada faktor instrinsik yang mempengaruhi terjadinya penuaan. Ada kondisi pemicu penuaan terjadi lebih cepat yakni bisa pengaruhi karena genetik, hormonal, dan ras. Sementara, faktor ekstrinsik, paparan sinar matahari dan radikal bebas. “Salah satunya mencegah penuaan dengan memakai sunblock. Hati hati dalam memilih makanan, gizi buruk, stress, dan sebagainya. Perlu diketahui, stres juga meningkatkan radikal bebas,” papar dia.

Lebih lanjut Eric menambahkan, penyakit pada lansia didominasi stroke dan jantung. Ini momok di negara maju. Stroke paling rawan karena menghentikan kgiatan keseharian.

Sementara, penyakit jantung mengintai pada perokok dan orang gemuk. “Hipertensi cikal bakal penumpukan lemak di pembuluh darah. Ini krn gaya hidup saat muda dulu suka makan makanan berlemak.

Penyakit jantung yang dapat dicegah dengan konsumsi serat, banyak buah sayur, stop merokok, banyak gerak dan latihan.

Pencegahan penuaan pada lansia bisa dilakukan dengan cara yaitu terapi farmakologis dengan mengonsumsi mutivitamin, manajemen diet dan latihan fisik. Sumber antioksidan dari buah dan sayur.

“Manajemen diet dengan membatasi kalori bisa dilakukan untuk mencegah penuaan. Kurangi makanan tinggi karbohidrat. Kebanyakan makan karbo membuat wajah terlihat lebih tua,” papar dr Eric.

Hindari menu tinggi kalori, tinggi lemak, garam, kurang serat risiko terjadi kanker di pencernaan atau usus. Terlalu banyak pengawet juga meningkatkan risiko radikal bebas.

Selain manajemen diet, dianjurkan untuk latihan fisik 3 sampai 5 kali per minggu. Dengan durasi min 30 menit. Berjalan dengan kecepatan tertentu. Jenis olahraga yang disarankan adalah jalan kaki, bersepeda maupuĀ  berenang, dan sebagainya.

“Latihan keseimbangan dan peregangan. Makin tua juga butuh olahraga. 90 persen pwnyakit itu datang dari pikiran,” ucapnya.

Perawatan preventif harus dilakukan untuk mencegah penuaan. Jaga kesehatan tubuh, kehidupan keluarga, hiduplah dengan lingkungan sosial sesuai hati nurani dan berpikir positif dan optimis. “Lakukan pekerjaan jadi sebuah hobi. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujar dr Eric.

 

Unity & Harmony RKZ bersama Warga Malang

Sementara itu, dalam acara Sambung Rasa Sahabat tersebut, Direktur RS Panti Waluya Sawahan Malang dr Lisa Setiawati, MMRS mengatakan acara Sambung Rasa Sahabat ini untuk mendekatkan rumah sakit dengan masyarakat sekitar hingga warga Malang Raya.

“Keberagaman menjadi suatu kesatuan yang harmoni. Unity & Harmoni untuk menjadi lebih baik untuk semuanya,” papar dr Lisa.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Karya Misericordia Sr. Maria Clareta A Dekatini Misc, Pimpinan umat Katolik wilayah Keuskupan Malang Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm, Camat Klojen Heri Sunarko, Danramil, Polsek Klojen hingga Lurah Kasin dan jajaran pengurus RT RW setempat.

Dalam kesempatan itu, Camat Klojen Heri Sunarko memuji terobosan yang dilakukan RS Panti Waluya Sawahan di bawah kepemimpinan Dokter Lisa. Tampak semangat pruralisme yag digagas Gus Dur dihadirkan dalam memimpin rumah sakit ini.

Komunitas GusDurian juga hadir dalam momen ini. Embrio tumbuhnya pruralisme, bisa jadi teladan bagi rumah sakit lainnya. “Ini menjadi contoh yang baik untuk RS lainnya. Apa yang digagas Gusdur sebagai Bapak Pruralisme di Indonesia yang tidak membedakan suku agama bisa mewarnai pelayanan di rumah sakit ini.

Simbiosis mutualisme saling membutuhkan dan menguntungkan akan menjadi silaturahmi yang baik. “Ada komunikasi yang baik dengan lingkungan sekitar sehingga masyarakat ikut memiliki. Saling menjaga dan saling melindungi,” jelas Heri dalam sambutannya diiringi tepuk tangan para tamu yang hadir. (lia)

MALANG – Proses penuaan itu adalah suatu hal yang alami bagi siapa saja. Kondisi metabolisme tubuh yang menurun memang akan terjadi dengan bertahap. Bertambahnya usia tentunya membuat hormon tubuh terus berkurang.

“Pada usia 45 tahun ke atas udah masuk fase klinik. Orang pada usia tersebut masa ototnya berkurang dan terjadi peningkatan lemak pada tubuh,” jelas dr. Eric Rahardi, SpPD, FINASIM, dalam acara “Sambung Rasa Sahabat RKZ 2022 RS Panti Waluya Sawahan pada Sabtu, 27 Agustus di Ruang Maranatha RKZ.

Dalam paparannya, dokter Eric mencontohkan artis penyanyi Titiek Puspa, yang berpenampilan terlihat awet muda dan sehat terus di usianya yang telah senja. Ini karena banyak hal penting diperhatikannya dalam merawat kesehatan tubuhnya.

Menurut dr Eric, ada faktor instrinsik yang mempengaruhi terjadinya penuaan. Ada kondisi pemicu penuaan terjadi lebih cepat yakni bisa pengaruhi karena genetik, hormonal, dan ras. Sementara, faktor ekstrinsik, paparan sinar matahari dan radikal bebas. “Salah satunya mencegah penuaan dengan memakai sunblock. Hati hati dalam memilih makanan, gizi buruk, stress, dan sebagainya. Perlu diketahui, stres juga meningkatkan radikal bebas,” papar dia.

Lebih lanjut Eric menambahkan, penyakit pada lansia didominasi stroke dan jantung. Ini momok di negara maju. Stroke paling rawan karena menghentikan kgiatan keseharian.

Sementara, penyakit jantung mengintai pada perokok dan orang gemuk. “Hipertensi cikal bakal penumpukan lemak di pembuluh darah. Ini krn gaya hidup saat muda dulu suka makan makanan berlemak.

Penyakit jantung yang dapat dicegah dengan konsumsi serat, banyak buah sayur, stop merokok, banyak gerak dan latihan.

Pencegahan penuaan pada lansia bisa dilakukan dengan cara yaitu terapi farmakologis dengan mengonsumsi mutivitamin, manajemen diet dan latihan fisik. Sumber antioksidan dari buah dan sayur.

“Manajemen diet dengan membatasi kalori bisa dilakukan untuk mencegah penuaan. Kurangi makanan tinggi karbohidrat. Kebanyakan makan karbo membuat wajah terlihat lebih tua,” papar dr Eric.

Hindari menu tinggi kalori, tinggi lemak, garam, kurang serat risiko terjadi kanker di pencernaan atau usus. Terlalu banyak pengawet juga meningkatkan risiko radikal bebas.

Selain manajemen diet, dianjurkan untuk latihan fisik 3 sampai 5 kali per minggu. Dengan durasi min 30 menit. Berjalan dengan kecepatan tertentu. Jenis olahraga yang disarankan adalah jalan kaki, bersepeda maupuĀ  berenang, dan sebagainya.

“Latihan keseimbangan dan peregangan. Makin tua juga butuh olahraga. 90 persen pwnyakit itu datang dari pikiran,” ucapnya.

Perawatan preventif harus dilakukan untuk mencegah penuaan. Jaga kesehatan tubuh, kehidupan keluarga, hiduplah dengan lingkungan sosial sesuai hati nurani dan berpikir positif dan optimis. “Lakukan pekerjaan jadi sebuah hobi. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujar dr Eric.

 

Unity & Harmony RKZ bersama Warga Malang

Sementara itu, dalam acara Sambung Rasa Sahabat tersebut, Direktur RS Panti Waluya Sawahan Malang dr Lisa Setiawati, MMRS mengatakan acara Sambung Rasa Sahabat ini untuk mendekatkan rumah sakit dengan masyarakat sekitar hingga warga Malang Raya.

“Keberagaman menjadi suatu kesatuan yang harmoni. Unity & Harmoni untuk menjadi lebih baik untuk semuanya,” papar dr Lisa.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Karya Misericordia Sr. Maria Clareta A Dekatini Misc, Pimpinan umat Katolik wilayah Keuskupan Malang Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm, Camat Klojen Heri Sunarko, Danramil, Polsek Klojen hingga Lurah Kasin dan jajaran pengurus RT RW setempat.

Dalam kesempatan itu, Camat Klojen Heri Sunarko memuji terobosan yang dilakukan RS Panti Waluya Sawahan di bawah kepemimpinan Dokter Lisa. Tampak semangat pruralisme yag digagas Gus Dur dihadirkan dalam memimpin rumah sakit ini.

Komunitas GusDurian juga hadir dalam momen ini. Embrio tumbuhnya pruralisme, bisa jadi teladan bagi rumah sakit lainnya. “Ini menjadi contoh yang baik untuk RS lainnya. Apa yang digagas Gusdur sebagai Bapak Pruralisme di Indonesia yang tidak membedakan suku agama bisa mewarnai pelayanan di rumah sakit ini.

Simbiosis mutualisme saling membutuhkan dan menguntungkan akan menjadi silaturahmi yang baik. “Ada komunikasi yang baik dengan lingkungan sekitar sehingga masyarakat ikut memiliki. Saling menjaga dan saling melindungi,” jelas Heri dalam sambutannya diiringi tepuk tangan para tamu yang hadir. (lia)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/