MALANG KOTA - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI) menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) di Grand Mercure Malang Mirama.
Acara tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Rabu (4/10) hingga Sabtu (7/10).
Acara tersebut digelar setiap tahun sekali.
PIT PERDOSRI XXII Malang 2023 mengangkat tema Rising to the Challenge: Innovations and Strategies for Rehabilitation in a Post-Pandemic World.
Dalam acara tersebut membahas mengenai cara menghadapi dunia pascapandemi Covid-19.
Karena pandemi, menurutnya meninggalkan beberapa PR yang harus dikerjakan oleh semua pihak termasuk kedokteran fisik dan juga rehabilitasi.
”Selama beberapa waktu banyak pasien yang tidak dapat ke rumah sakit," ungkap Ketua PP PERDOSRI Dr Rumaisah Hasan SpKFR NM(K) AIFO-K.
Sehingga saat pandemi mereda, pasien yang membutuhkan rehabilitasi cukup membeludak.
”Yang tadinya tidak apa-apa menjadi kenapa-kenapa dan menjadi lebih banyak masalahnya," tuturnya
Pada PIT ini, pembicara didatangkan dari dalam maupun luar negeri.
Seperti dari Italia, Australia, Malaysia, Jepang, dan Filipina.
Dia menyebutkan antusias peserta sangatlah tinggi.
Terdapat lebih dari 1.300 peserta yang terdiri dari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi anggota PERDOSRI, serta dokter umum yang memiliki minat dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran fisik dan rehabilitasi.
”Ini kesempatan PERDOSRI untuk sharing dengan speaker-speaker dari dalam maupun luar negeri," tuturnya.
Pada hari pertama, pertemuan offline pertama setelah pandemi tersebut diisi dengan pre-symposium yang terdiri dari lima workshop secara bersamaan.
Sementara pada hari kedua dan ketiga dilaksanakan pembukaan dan symposium yang terdiri dari 16 satellite symposium.
Kemudian 33 materi pada hari kedua dan 32 materi pada hari ketiga.
Pada 7-8 Oktober 2023 juga dilaksanakan workshop Up Grading Tingkat Nasional Penguatan Kompetensi Tenaga Medis dalam Bimbingan Manasik di PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) dan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah).
Mereka menjalin kerja sama dengan Ikatan Pembimbing Haji dan Umrah Indonesia (IPHUIN), Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI), dan PERDOSRI, dan didukung oleh Kementerian Agama Rl (Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah), Kementerian Kesehatan RI (Kapuskes Haji), serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Terdapat juga kegiatan seminar awam dan rehabilitasi komunitas, meliputi pengabdian masyarakat pada lansia dengan osteoporosis dan penyakit persendian tulang dan otot.
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi bergerak di kedokteran mulai dari hulu, mulai dari prevention, edukasi, promosi bahkan melihat bagian mana yang berpotensi menjadi cacat.
”Dari situ kami sudah berperan termasuk untuk assessment anak-anak berkebutuhan khusus dalam persiapan sekolah, " imbuhnya.
Dalam hal tersebut PERDOSRI sudah bekerja sama dengan Kemenkes.
Dari pertemuan tersebut Dr Rumaisah berharap PERDOSRI dapat memberikan kontribusi yang positif dalam mengejar kemajuan ilmu pengetahuan.
”Terutama kepada Kota Malang, semoga dapat menyumbangkan sesuatu, minimal jumlah pengunjung yang cukup banyak," lanjutnya.
Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang diwakili oleh Ketua Bidang Organisasi PB IDI Dr Eka Mulyana SpOT(K) mengapresiasi terselenggaranya PIT tersebut.
”Sangat meriah dengan antusias lebih dari 1300 dokter dari tanah air," tuturnya.
Hal tersebut tak terlepas dari persiapan PERDOSRI dan juga daya tarik Kota Malang.
”Ini amanat, bukan hanya dari undang-undang saja tetapi amanat dari profesi kita sebagai dokter," tuturnya. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana