RADAR MALANG - Di berbagai media sosial, istilah remaja jompo sudah kerap dilontarkan untuk merujuk pada kelompok remaja dan dewasa muda, meski masih berusia belia, sudah menderita berbagai penyakit layaknya lansia seperti pegal-pegal, sakit kepala, hingga maag.
Dari istilah tersebut, banyak yang mengaku bahkan menyetok obat-obatan tertentu untuk mengatasi berbagai gejala yang dirasakan para remaja jompo.
Salah satunya adalah pereda nyeri otot, mulai dari minyak angin, koyo, hingga salep pereda nyeri otot untuk mengatasi rasa pegal-pegal yang mengganggu.
Pegal-pegal tersebut bisa disebabkan oleh syok pada otot, namun tidak jarang juga yang merasa pegal akibat sehari-harinya tidak banyak bergerak, maka berbagai obat-obatan tersebut menjadi solusinya.
Para remaja jompo juga banyak mengeluhkan sakit kepala hingga migrain, bisa diakibatkan oleh stress atau gejala penyakit lain seperti masuk angin dan flu.
Bila sudah begitu, solusinya adalah dengan mengonsumsi obat paracetamol seperti Panadol, bisa juga dengan mengkonsumsi ibuprofen, atau dengan obat herbal seperti Tolak Angin.
Sakit maag juga sudah menjadi langganan bagi para remaja jompo, biasanya diakibatkan oleh pola makan yang berantakan, serta konsumsi makanan pedas dan kopi yang terlalu sering.
Sehingga, banyak remaja jompo yang juga sudah sedia obat maag seperti Promag atau Polysilane untuk mengatasi sakit maag yang tiba-tiba kambuh.
Meskipun tren tersebut lucu, namun perlu diperhatikan bahwa gejala-gejala yang dialami remaja jompo merupakan akibat dari pola hidup yang tidak sehat dan bisa menyebabkan penyakit kronis di kemudian hari.
Maka, di samping menyetok “amunisi” remaja jompo, perlu juga mengubah gaya hidup dengan pola makan yang teratur, memperhatikan makanan yang dikonsumsi, hingga mulai rutin berolahraga, agar bisa tetap produktif di masa mendatang. (Hilmy Aksyam Dhafi)
Editor : Aditya Novrian