MALANG KOTA – Pemkot Malang terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan ke masyarakat.
Salah satunya dengan menambah tenaga kesehatan (nakes) dan kader di puskesmas pembantu (pustu).
Di Kota Malang, ada 14 pustu yang diajukan untuk mendapatkan tambahan nakes.
Baca Juga: Fasilitas Empat Puskesmas di Kabupaten Malang Perlu Ditingkatkan
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, upaya menghadirkan nakes hingga ke pustu dilakukan dalam rangka Integrasi Layanan Primer (ILP).
”Dalam ILP, tercantum bahwa di satu pustu harus ada empat tenaga,” kata Husnul.
Rinciannya, ada satu perawat, satu bidan, dan dua kader kesehatan.
Pustu yang yang mendapat tambahan nakes di antaranya Pustu Buring, Pustu Sawojajar, Pustu Mergosono, Pustu Bandungrejosari, Pustu Bakalankrajan, Pustu Karang Besuki, Pustu Penanggungan, dan Pustu Gading Kasri Kemudian ada Pustu Polehan, Pustu Arjosari, Pustu Sumbersari, Pustu Tunjung Sekar, Pustu Jatimulyo, dan Pustu Purwodadi.
Kendati demikian, penambahan nakes di pustu lainnya akan dilakukan bertahap.
Selama ini, nakes di pustu berasal dari puskesmas utama.
Dengan demikian, pihaknya harus menyesuaikan proporsi dengan puskesmas utama.
Sebab, kalau ILP sudah sepenuhnya diterapkan, pustu akan buka seperti hari kerja.
Ditambahkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sukardi, pelayanan di pustu saat ini berjalan jalan.
Namun, hanya buka pada Selasa, Kamis, dan Sabtu.
”Kunjungan masyarakat ke pustu pun juga cukup tinggi. Seperti di Pustu Sumbersari dan Pustu Bandungrejosari,” sebut pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.
Jika nanti ILP berjalan, Sukardi menyatakan dinkes harus menyediakan dua kader kesehatan dari masyarakat yang kompeten.
Setiap kader harus memiliki 25 kompetensi mulai penyuluhan germas, penyuluhan ibu hamil, dan banyak lainnya.
Baca Juga: Sukses Turunkan Stunting, Ini Daftar Kecamatan sampai Puskesmas Berprestasi di Kota Malang
”Karena mereka harus stand by di pustu, kemungkinan ada dana alokasi khusus (DAK) dari Kemenkes untuk kader,” pungkasnya. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana