MALANG KOTA - Dalam rangka hari penglihatan sedunia, sekitar 15 orang penderita katarak mendapatkan operasi gratis oleh Rumah Sakit Hermina Tangkubanprahu.
Kemarin (9/10) sebanyak 6 orang yang sudah dapat melakukan operasi katarak.
Dalam operasi tersebut digunakan metode Phacoemulsification, sehingga hanya menyisakan luka dengan kedalaman 2,75 millimeter.
Dokter Spesialis Mata Konsultan Onkologi dr Sony Agung Santoso SpM(K) mengatakan sebelum melakukan operasi, terlebih dahulu dilakukan beberapa tahapan screening kesehatan.
dr Sony menjelaskan dalam operasi nanti akan menggunakan mesin bergelombang ultrasonik.
“Sayatan lukanya di bawah 3 mili meter, sehingga kemungkinan besar tidak ada jahitan,” tuturnya.
Dengan begitu, setelah operasi pasien dapat langsung beraktifitas dengan normal, selain itu rasa nyeri yang dirasakan juga berkurang.
dr Sony menambahkan berbeda dengan operasi katarak yang menyisakan jahitan, setelah operasi, pasien harus menunggu kering untuk dapat melakukan aktifitas.
Ia menambahkan biaya operasi katarak rata-rata membutuhkan biaya Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.
Karena bahan habis pakai yang dipakai hampir seluruhnya didapat dari luar negeri.
Ia menambahkan katarak menjadi salah satu penyebab utama kebutaan, sehingga diharapkan operasi gratis tersebut dapat membantu mengurangi dampak kebutaan dari katarak.
Sementara itu Direktur RS Hermina Tangkubanprahu dr Wenny Retno Sarie LMMRS mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia pada 10 Oktober.
“Kita kuota minimal 15 orang,” tuturnya.
Dari banyaknya pendaftar kata dr Wenny, saat ini baru 6 orang yang lolos.
Sedangkan lainnya belum memenuhi kriteria atau tidak membutuhkan operasi.
Operasi katarak gratis tersebut akan berlangsung hingga akhir Oktober nanti. dur/
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana