Cegukan adalah kondisi ketika seseorang mengeluarkan suara “hik” secara tiba-tiba dan berulang.
Hal ini terjadi karena otot diafragma—yang berfungsi membantu pernapasan berkontraksi secara tidak sengaja.
Saat kontraksi ini terjadi, udara masuk dengan cepat ke paru-paru, lalu pita suara menutup secara tiba-tiba, sehingga menghasilkan suara khas cegukan.
Cegukan biasanya disebabkan oleh makan maupun minum terlalu cepat atau stres yang berlebihan.
Baca Juga: Fakta di Balik Makanan Bersantan: Risiko yang Perlu Diwaspadai
Di tengah-tengah puasa, cegukan memang bisa sangat mengganggu.
Ditambah lagi tidak bisa minum air putih atau konsumsi makanan tertentu untuk mengatasinya.
Berikut cara mengatasi cegukan saat puasa:
- Menahan nafas selama beberapa detik dan hembuskan, ulangi secara beberapa kali sampai terasa cegukan tersebut sudah hilang.
- Mengambil nafas dalam-dalam dan tahan selama beberapa saat.
- Mencoba untuk bernafas menggunakan kantong kertas. Pastikan menggunakan kantong kertas, bukan kantong plastik.
- Tutup bagian hidup dan bernafas dengan mulut selama beberapa detik.
Umumnya cegukan berlangsung hanya selama beberapa detik hingga menit.
Namun, jika cegukan terjadi terus-menerus dan lebih dari 48 jam disertai dengan pusing hingga tubuh terasa lemas perlu diperiksakan ke dokter atau rumah sakit karena bisa jadi ada tanda masalah medis yang perlu diperiksa lebih lanjut. (nai)
Editor : Aditya Novrian