Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kepala Pusing Usai Kehujanan? Hati-hati! Ternyata Ini Penjelasannya

Aditya Novrian • Selasa, 20 Mei 2025 | 21:50 WIB

Ilustrasi orang pusing (freepik.com).
Ilustrasi orang pusing (freepik.com).

RADAR MALANG – Kota Malang tengah memasuki musim penghujan dengan intensitas yang cukup tinggi sejak awal Mei 2025. Hujan deras yang kerap turun di sore hingga malam hari disertai suhu yang berubah-ubah membuat banyak warga mengeluhkan kondisi tubuh yang kurang fit, salah satunya adalah rasa pusing setelah terkena air hujan. Namun, benarkah air hujan bisa menyebabkan kepala pusing?

Baca Juga: Kenapa Kita Gampang Sakit Saat Pancaroba? Ternyata Ini Penyebabnya!

Menurut penjelasan medis, air hujan itu sendiri sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan sakit kepala. Namun, terdapat beberapa faktor fisiologis dan lingkungan yang menjelaskan kenapa banyak orang merasa pusing atau bahkan migrain setelah kehujanan, fenomena yang kini sering terjadi di tengah kondisi cuaca Malang yang tak menentu.

Tekanan Udara yang Turun Drastis

Salah satu pemicu utama adalah perubahan tekanan udara atau tekanan barometrik saat hujan turun. Ketika tekanan udara menurun secara tiba-tiba, tubuh terutama sistem saraf dan pembuluh darah di kepala mengalami tekanan internal yang berbeda. Akibatnya, penderita bisa merasa pusing, seperti halnya sensasi ketika naik pesawat atau berada di dataran tinggi.

Baca Juga: Musim Kemarau Rasa Musim Hujan: Ada Apa dengan Cuaca Malang di Mei 2025?

Perubahan ini lebih terasa pada mereka yang memiliki riwayat migrain atau sinusitis, karena perbedaan tekanan juga memengaruhi rongga sinus yang berdekatan dengan otak.

Suhu Tubuh Menurun Tiba-Tiba

Ketika tubuh terkena hujan, suhu tubuh mengalami penurunan mendadak. Reaksi alami tubuh untuk menyesuaikan suhu bisa mengganggu keseimbangan hormon serotonin—hormon yang berkaitan erat dengan suasana hati dan sensitivitas saraf otak. Inilah yang sering memicu pusing setelah kehujanan, terutama bila tubuh dalam kondisi kelelahan atau kurang istirahat.

Kelembapan Udara Tinggi & Risiko Infeksi

Kondisi hujan juga membawa kelembapan tinggi, bahkan di Malang kelembapan bisa mencapai 98% menurut data BMKG. Kelembapan tinggi memperberat kerja tubuh dalam menyesuaikan suhu, dan bisa memperparah kondisi seperti migrain atau sinusitis.

Baca Juga: Hujan Lebat di Malang Berpotensi Turun hingga Besok

Tubuh yang basah dan dingin juga mengalami penurunan daya tahan, mempermudah masuknya virus seperti flu, yang seringkali disertai gejala pusing atau sakit kepala.

Tidak Semua Orang Terpengaruh

Perlu dicatat, tidak semua orang akan mengalami pusing setelah terkena hujan. Efek ini sangat tergantung pada kondisi tubuh, tingkat kepekaan terhadap perubahan cuaca, serta riwayat kesehatan pribadi.

Namun, di tengah kondisi cuaca Kota Malang yang berkisar antara 21–28°C dengan hujan hampir setiap hari, masyarakat tetap perlu waspada, khususnya bagi yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Tips Cegah Pusing Setelah Kehujanan

Baca Juga: Gejala Ini Sering Dikira Sakit Kepala, Padahal Bisa Jadi Vertigo Serius!

Air hujan bukanlah penyebab utama pusing, namun kombinasi dari tekanan udara rendah, perubahan suhu mendadak, dan kelembapan tinggi saat hujan dapat memicu reaksi tubuh yang menimbulkan sakit kepala. Dengan cuaca Malang yang cenderung lembap dan sering hujan, penting bagi masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima agar terhindar dari gangguan kesehatan ringan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. (my)

Editor : Aditya Novrian
#migrain #tips sehat #musim hujan #Kota Malang