Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kenali Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah

Aditya Novrian • Rabu, 4 Februari 2026 | 15:30 WIB
DEMAM BERDARAH: Gejala yang sama buat penanganan DBD terlambat. (Freepik)
DEMAM BERDARAH: Gejala yang sama buat penanganan DBD terlambat. (Freepik)

RADAR MALANG – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini kerap menyerang daerah tropis, termasuk Indonesia. Anak-anak dengan usia di bawah 15 tahun diketahui memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena demam berdarah.

Membedakan demam biasa dan demam berdarah memang tidak mudah karena demam merupakan gejala umum berbagai penyakit. Pada demam biasa, seperti akibat flu atau infeksi ringan, suhu tubuh umumnya berada di kisaran 37-38 derajat Celsius dan dapat membaik dalam waktu 1-3 hari disertai gejala ringan seperti pilek dan batuk.

Sementara itu, penderita demam berdarah umumnya mengalami demam tinggi hingga mencapai 39 derajat Celsius yang berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Demam ini sering muncul mendadak dan disertai gejala lain, seperti nyeri kepala, nyeri di belakang mata, menggigil, lemas, nyeri otot dan tulang, mual, muntah, serta munculnya ruam dan bintik-bintik merah pada kulit.

Perlu diwaspadai ketika penderita DBD mengalami penurunan demam secara tiba-tiba. Kondisi ini bukan berarti sembuh, melainkan bisa menjadi tanda awal sindrom syok dengue yang berpotensi mengancam jiwa.

Apabila seseorang mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter. Diagnosis DBD hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.

Jika muncul gejala berat, seperti pendarahan dari gusi atau hidung, darah pada tinja, urin, atau muntahan, serta gangguan pernapasan, pasien harus segera dibawa ke unit gawat darurat.

Hingga kini, belum ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan DBD. Penanganan difokuskan pada perawatan suportif, seperti pemberian cairan dan obat pereda nyeri, seperti analgesik atau asetaminofen guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

 

Penulis: Intan Nurlita Dewi

Editor : Aditya Novrian
#demam berdarah #DBD #nyamuk #demam #virus