RADAR MALANG – Tubuh manusia memiliki sistem perlindungan alami yang disebut sistem kekebalan tubuh. Sistem ini berfungsi melawan kuman, virus, dan berbagai penyakit yang masuk ke dalam tubuh.
Namun, dalam kondisi tertentu, sistem kekebalan tubuh justru dapat salah mengenali sel dan jaringan tubuh sendiri sebagai ancaman lalu menyerangnya. Kondisi inilah yang dikenal sebagai penyakit autoimun.
Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami autoimun karena gejalanya sering kali mirip dengan penyakit lainnya. Padahal jika tidak segera ditangani, penyakit autoimun dapat berkembang menjadi lebih serius dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali beberapa jenis penyakit autoimun yang umum terjadi. Beberapa penyakit autoimun yang perlu diwaspadai antara lain:
- Lupus Eritematosus Sistemik (LES)
Lupus Eritematosus Sistemik (LES) terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan sehat. Penyakit ini dapat memengaruhi berbagai organ, seperti sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, hingga paru-paru. Gejala yang sering muncul antara lain ruam pada kulit, mudah Lelah, nyeri, serte pembangkakan sendi.
- Multipel Sklerosis (MS)
Multiple Sklerosis (MS) terjadi akibat sistem imun menyerang lapisan pelindung saraf di otak dan sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan peradangan dan kerusakan saraf. Gejala yang umum dirasakan meliputi pandangan kabur atau ganda, pelo, nyeri wajah, sulit menelan, pusing, gangguan berjalan, lemah, tremor, kaku, letih, kesemutan, depresi, hingga gangguan buang air besar dan buang air kecil.
- Rheumatoid Arthritis (RA)
Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi. Kondisi ini sering sialami orang dewasa dan ditandai dengan sendi terasa kaku atau pembengkakakn di daerah lutut, bahu, siku, pergelangan tangan, kaki, dan jari-jari.
Ketiga penyakit yang diakibatkan oleh autoimun tersebut harus mendapatkan pemantauan rutin agar tidak semakin parah. Pengetahuan masyarakat tentang penyakit autoimun masih tergolong minim. Maka dari itu, pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting agar risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Penulis: Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian