Fadli Zon Minta Aparat Amankan Reuni Alumni 212 - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Fadli Zon menilai kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak atau BBM merupakan hal biasa. Menurut Fadli, kebijakan itu hanya mencari simpati menjelang pemilihan umum atau pemilu.

“Ya, saya kira biasa, mau mencari simpati dengan menurunkan,” kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Senin (11/2).

Wakil ketua umum Partai Gerindra itu menuturkan, meskipun pemerintah menurunkan harga BMM, beban masyarakat terlalu berat. Sebab, selama ini masyarakat harus menghadapi berbagai kenaikan harga.

“Selama ini saya melihat beban masyarakat terlalu berat,” ungkap anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu.

Fadli menilai kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM tak berdampak signifikan di masyarakay. Menurutnya, daya beli masyarakat sudah terlanjur anjlok.

“Jadi, sekali lagi ya ini saya kira bagian dari upaya untuk mencari simpati saja,” kata pria berkacamata itu.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM mulai 10 Februari 2019 pukul 00.00. Kebijakan ini menyusul tren penurunan harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Selain itu, Pertamina juga senantiasa memperhatikan daya beli masyarakat. Besaran penyesuaian harga BBM menjadi lebih murah ini bervariasi sampai dengan Rp 800 per liter.