JawaPos.com – Integritas panelis dan moderator akan diuji pada debat pilpres edisi kedua pekan depan. Kemarin (9/2) tujuh panelis dan dua moderator menandatangani pakta integritas di depan komisioner KPU dan media massa di Hotel Sari Pacific Jakarta.

Mereka bersepakat menjaga agar debat berlangsung lebih berkualitas daripada sebelumnya.

Pakta integritas itu berisi sejumlah hal. Yang utama, komitmen untuk tidak membocorkan materi pertanyaan debat kepada siapa pun. Juga, komitmen untuk memperdalam dan menggali tema yang telah ditetapkan pada debat kedua nanti serta sejumlah poin terkait jaminan netralitas.


Dua pasangan calon presiden-cawapres saat mengikuti debat pertama pada 17 Januari 2019 lalu. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Isi pakta integritas moderator berbeda di salah satu poin. Yakni, komitmen untuk berlaku adil kepada setiap capres yang menjadi peserta debat.

Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, pakta integritas itu tidak lepas dari rancangan debat kedua yang sedikit berbeda dengan debat pertama. Pada debat pertama 17 Januari lalu, semua materi pertanyaan diberitahukan kepada paslon 01 dan 02 dalam bentuk kisi-kisi. ”Di debat yang kedua, KPU dituntut untuk merahasiakan semua pertanyaan yang akan diajukan kepada capres,” terangnya.

Karena itu, pihaknya menginisiasi pakta integritas. Terlebih, setelah ada tuntutan dari salah satu tim sukses paslon agar moderator dan panelis disumpah. KPU berpandangan, para panelis dan moderator tidak perlu disumpah. Namun, cukup dengan menandatangani pakta integritas.

Tuntutan lain kepada KPU terkait dengan show debat. “Tuntutan publik cukup besar kepada kami untuk membuat debat kedua jauh lebih menarik,” tutur mantan komisioner KPU Jatim itu. Tidak hanya menarik dalam proses debat, secara substansial, debat kedua harus mampu mengirimkan pesan yang jelas kepada publik. Apa saja program dan visi-misi para kandidat.

Sementara itu, Prof Sudharto Prawoto Hadi, koordinator panelis, menjelaskan bahwa para panelis menyusun pertanyaan sejak Jumat malam (8/2).

Setiap anggota bekerja secara mandiri mengelaborasi tema-tema yang ada sesuai dengan keahlian masing-masing. Penyusunan pertanyaan berlanjut seharian kemarin.

Para panelis juga mengadakan diskusi kelompok. ”Rumusan dari masing-masing individu, kami bisa rumuskan di mana cross cutting-nya (pertanyaan yang berkaitan),” jelas rektor Universitas Diponegoro Semarang itu. ”Insya Allah Jumat sore (15/2) sudah finalisasi (pertanyaan),” katanya.

Setelah seluruh pertanyaan selesai, Sabtu (16/2) atau sehari sebelum debat, para panelis mengundang moderator. Dua moderator, Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro, akan menerima brifing tentang materi pertanyaan debat secara detail. 

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : (byu/c10/fal)



  • Wawan

    kalimatnya ditulisan ini mirip dgn tulisan di web bpbd kota malang..
    Akan lebih baik jika mencantumkan sumber beritanya untuk menghindari tuduhan PLAGIAT