Terbiasa Berinteraksi dengan Manusia, Bagaimana Kondisi Hewan ‘Extrovert’ di Batu Secret Zoo Selama Pandemi?

KOTA BATU – Pandemi korona memaksa Jatim Park 2, termasuk Batu Secret Zoo, tutup untuk sementara waktu. Bagaimana nasib hewan-hewan di dalamnya?

Dokter Hewan Batu Secret Zoo, drh Prista Dwi Restanti mengatakan, meski kunjungan wisata ditiadakan pada 23 Maret, perawatan hewan dijamin kualitasnya. Tak cuman memperhatikan asupan makanan, tapi juga kondisi psikologis hewan.

“Memang ada hewan yang terbiasa berinteraksi dengan manusia. Contohnya musang atau burung yang biasanya buat foto. Mereka tetap kami treatment psikisnya agar tidak stres,” ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (9/5).

Untuk perawatan psikis misalnya, musang bahkan burung setiap harinya rutin diajak bermain. Zoo keeper kata dia juga rutin mengajak mandi agar satwa tetap bersih dan senang.

Berbeda dengan satwa liar seperti harimau atau singa. Prista mengatakan hewan-hewan itu tak terganggu psikisnya meskipun tidak ada kunjungan. Cukup dikeluarkan dari kandang di dalam dan dibiarkan bergerak.

“Kalau hewan omnivora atau herbivora memang kami keluarkan, nggak cuma dikasih makan aja. Karena hewan herbivora itu butuh banyak bergerak untuk metabolisme tubuhnya,” paparnya.

Lanjut kata Prista, untuk asupan makanan justru mengalami sedikit perubahan. Sebab dana yang harusnya digunakan untuk pakan tak seperti saat kondisi Batu Secret Zoo beroperasi. Setidaknya sebulan, hewan-hewan di Batu Secret Zoo menghabiskan biaya makanan sebanyak Rp 500 juta.

“Jadi ada beberapa makanan yang disubtitusi. Misalnya hewan primata atau omnivora yang biasanya dikasih melon, sekarang kami beri blewah karena harganya terjangkau,” tambah dia.

Untuk ketahanan pangan juga, Batu Secret Zoo memanfaatkan lahan kosong untuk menanam sejumlah buah guna mencukupi kebutuhan satwa secara mandiri.

Sementara itu, Marketing and Public Relation Manager JTP Group, Titik S Ariyanto mengungkapkan bahwa untuk hewan, JTP telah melakukan penggalangan dana.

“Kami sedang menggalang donasi untuk satwa melalui PKBSI (perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia) dan Traveloka (ada program donasi) di platformnya traveloka,” terangnya.

Pewarta: Rida Ayu
Editor: Indra M