Candi Songoriti merupakan situs cagar budaya yang berada di lembah antara Gunung Kawi dan Arjuno, Desa Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu. Berdasarkan prasasti Sangguran yang ditemukan, Candi Songgoriti ini dibangun pada masa pemerintahan Mpu Sindok. Nama Songgoriti diduga berasal dari Bahasa Jawa Kuno yang memiliki makna timbunan logam yang tentunya berkaitan dengan nama Desa Songgokerto yang bermakna timbunan kemakmuran.
Pintu masuk candi terbuka lebar namun sepi tak ada wisatawan. Hanya ada seorang juru kunci yang melakukan perawatan candi. Kawasan sekitar candi pun tampak sepi termasuk warung kuliner hingga Pasar Wisata Songgoriti.
Juru Kunci Candi Songgoriti Haryoto mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, kunjungan sangat sepi. Padahal, saat normal jumlah wisatawan mencapai 50-70 orang setiap hari. "Saat normal, Candi Songgoriti selalu didatangi wisatawan dari berbagai daerah. Bahkan rutin bus rombongan dari Bali dan Jakarta. Selain itu, kunjungan yang paling sering adalah anak sekolah hingga mahasiswa penelitian sejarah," ujarnya. Akan tetapi, kini jumlah wisatawan nol atau hanya hitungan jari.
Haryoto menyebut, wisatawan selalu tertarik dengan petirtan atau mata air yang berada di area Candi Songgoriti. "Ada 3 mata air yang terdapat di candi ini. Yaitu air panas sekitar 47,5°, air dingin yang segar seperti air kelapa, dan panas-dingin," jelas pria berusia 59 tahun ini.
Pihaknya mengaku, walaupun sepi wisatawan, perawatan candi harus tetap menjadi prioritas. Dia bersama dua juru kunci lainnya secara bergantian menjaga dan merawat candi peninggalan sekitar abad 10 Masehi ini.
"Perawatan candi dilakukan dengan membersihkan lumut dan jamur yang tumbuh di atas bebatuan dengan sapu lidi," terang Haryoto. "Saat membersihkan bebatuan candi juga harus berhati-hati dan membutuhkan ketelatenan tinggi. Jangan sampai bebatuan tersebut terkikis," sambungnya lagi.
Haryoto menyampaikan harapan besarnya agar Candi Songgoriti segera dipugar atau dikembalikan ke aslinya dengan penataan lebih baik. "Candi Songgoriti ini adalah situs bersejarah kebanggaan Kota Batu, mari sama-sama menjaga situs bersejarah agar dapat terus lestari untuk generasi penerus anak hingga cucu," pungkasnya. (ifa/lid). Editor : Mardi Sampurno