Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 26 peserta itu mendapatkan tugas bermacam-macam. Mulai mind mapping hingga membuat tulisan dalam bahasa Inggris terkait Kota Batu. Bisa tentang destinasi wisata hingga mengulik sejarah.
"Nanti rencananya tulisan teman-teman ASN ini bakal kami pajang untuk pembaca di lantai bawah," ucap salah satu pengurus Perpusda Kota Batu Deni Eka Wati.
Dikarenakan kelas inklusi sosial tak hanya berupa English club. Hasil tulisan itu akan dipajang dengan hasil karya foto di kelas inklusi sosial fotografi. Sehingga ilustrasi gambar akan dibidik sesuai tulisan yang dihasilkan.
Pertemuan dalam kelas inklusi sosial bahasa Inggris itu sejatinya dilakukan selama 14 jam namun terbagi-bagi. Tidak hanya pertemuan langsung. Tapi juga dilakukan pertemuan layaknya sedang bersekolah baik melalui google class room hingga whatsapp.
Pemateri dalam kelas tersebut Christian Puguh menuturkan jika semua peserta yang datang memiliki antusiasme tinggi. Semua tugs yang diberikan juga terkumpul rapi. Untuk itu ia melihat peluang bahwa dinas komunikasi dan informatika bisa menggunakan tulisan-tulisan tersebut sebagai informasi resmi dalam website Kota Batu.
"Intinya karya ini akan kami bukukan secara sederhana. Karena tulisan teman-teman peserta ini sudah cukup menggambarkan tentang satu objek yang dipilih. Dengan begitu turis mancanegara yang mungkin akan mencari informasi sebelum ke sini bisa langsung membacanya," tutup dia. (fif/lid) Editor : Mardi Sampurno