Jelang akhir tahun, stok bahan pokok terutama minyak goreng subsidi semakin diincar oleh masyarakat. Seperti pada Senin (12/12), ada sejumlah kios yang stok minyaknya telah habis dan sebagian lagi menipis. Salah seorang pedagang sembako Ulul Azmi mengatakan, sejak awal bulan Desember, harga minyak selain subsidi masih naik. Yakni, dari harga Rp 15.000 per liter menjadi Rp 17.500 ribu per liter. ”Masyarakat banyak yang memilih minyak dengan harga murah seperti Minyak Kita seharga Rp 14 ribu per liter,” terangnya.
Dia mengaku, antusias masyarakat terhadap Minyak Kita sangat besar. Apalagi, pedagang merasa bahwa stok minyak subsidi ini telah dibatasi. ”Memang benar, satu pedagang dapat jatah 5 slop. Untuk satu slop isi 12 botol,” ungkapnya. Akan tetapi, Ulul Azmi mengaku, pernah mendapatkan hanya 2 slop saja untuk minyak subsidi ini. ”Kalau kami berharap, kebutuhan pokok seperti minyak ini jangan sampai ada pengurangan stok. Karena semua orang membutuhkan,” harapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sisilia, dia mengaku, minyak selain subsidi seperti merek Fraiswell, Sunco, Sovia, dan sebagainya jadi tidak laku. ”Kalau saya harus jual minyak curah ya tidak mau. Ribet. Karena kan, minyak curah sekarang Rp 13 ribu belum membungkusnya pakai plastik. Bungkus kan menambah biaya,” paparnya.
Selain itu, pedagang di dalam pasar relokasi Umi Jafar juga mengaku, stok Minyak Kita memang cepat habis diburu warga karena murah. Akan tetapi, efeknya minyak seperti Fraiswell Rp dengan harga 17.500, minyak Sunco yang harganya Rp 20 ribu, dan sebagainya jadi minim pembeli. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno