BATU – Idealnya fasilitas yang sudah diresmikan itu langsung bisa beroperasi dan dimanfaatkan. Namun tidak demikian dengan Balai Uji Kir di Kota Batu ini. Meski gedung baru Balai Uji Kir yang dibangun dengan anggaran Rp 3,8 miliar ini sudah diresmikan kemarin (23/12), tetapi belum bisa digunakan. Bahkan kapan mulai beroperasinya juga belum jelas. Sehingga para pemilik kendaraan roda empat yang ingin uji kir harus sedikit bersabar untuk bisa menikmati fasilitas tersebut. Pasalnya, tempat tersebut tak bisa langsung digunakan, ada satu tahapan lagi yang harus dilalui.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Imam Suryono, satu tahapan itu yakni kalibrasi, atau pengecekan kelaikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dishub harus mengantongi izin dari pemerintah pusat untuk bisa mengoperasikan balai uji kir. “Saya sudah bersurat ke pusat, tinggal menunggu jawaban kapan dilakukan kalibrasi. Antara Januari atau Februari tahun 2023 nanti dilakukan,” tuturnya.
Dia menjelaskan, dengan Balai Uji Kir baru ini, warga Kota Batu sudah lepas dari Balai Uji Kir bersama di daerah Karanglo, Karangploso, Kabupaten Malang. Balai Uji Kir di Kota Batu itu nantinya tak hanya dipakai oleh Kota Batu, tetapi bisa dimanfaatkan oleh daerah-daerah sekitarnya seperti, Pujon Ngantang, Dau dan Kasembon, Kabupaten Malang. “Ada 7 ribu kendaraan di Kota Batu yang perlu di uji kir, terutama kendaraan dengan lebih 8 seat. Dengan adanya Balai Uji Kir ini semoga bermanfaat bagi masyarakat, dan harapannya pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu meningkat,” ungkap Imam.
Menurutnya, estimasi PAD dari Balai Uji Kir ini sebesar Rp 1,5 miliar dalam satu tahun. Angka itu didapat dari jumlah kendaraan di Kota Batu mencapai 7.000 kendaraan. Dikalikan dua kali uji kir per tahun, dengan biaya sekitar Rp 100 ribu. Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berharap dengan diresmikannya Balai Uji Kir di tahun mendatang, akan berkontribusi pada peningkatan PAD. “Tinggal memfungsikan dengan baik dan merawat menjaga gedung ini dengan baik. Mudah mudahan balai uji kir bisa menjadi tempat yang punya manfaat banyak bagi Kota Batu,” tandas Dewanti. (adk/lid) Editor : Mardi Sampurno