Dia menjelaskan, pendapatan daerah APBD 2022 terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan transfer, dan pendapatan daerah lainnya. Serta dari retribusi yang masuk. “Agar tahun 2023 pendapatan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, saya meminta agar Bapenda terus jemput bola mendatangi restoran hingga hotel baru yang telah berinvestasi di Kota Batu. Contohnya dengan memasang tapping box di resto dan hotel yang baru. Tujuannya agar tidak ada kebocoran pajak,” tegasnya.
Lebih lanjut, dengan prestasi yang diraih tersebut, Pemkot Batu optimistis realisasi pendapatan tahun 2023 ini berhasil lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Mengingat sektor pajak hotel, hiburan dan resto mulai kembali normal dengan status pandemi yang turun menjadi endemi. Namun, pada tahun ini, target pendapatan Kota Batu juga ditambah. Dari yang sebelumnya Rp 200 miliar, akan menjadi Rp 250 miliar.
“Sedangkan untuk sektor pendapatan dari pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBBP2) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) pihaknya meminta agar Bapenda aktif jemput bola dengan pelayanan keliling ke desa/kelurahan. Pelayanan bisa dilakukan sepekan dua kali,” ungkap Zadim. (adk/lid) Editor : Mardi Sampurno