Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Harga Sawi Anjlok, Petani Semakin Susah

Mardi Sampurno • Rabu, 18 Januari 2023 | 01:02 WIB
SIAP PANEN: Seorang petani sawi menunjukkan tanaman sayur sawi yang siap panen.
SIAP PANEN: Seorang petani sawi menunjukkan tanaman sayur sawi yang siap panen.
BATU - Anjloknya harga sawi di pasaran membuat petani merugi. Apalagi, para petani hanya menggantungkan pada pupuk NPK nonsubsidi yang harganya semakin melambung. Seperti Senin (16/1) kemarin, salah satu petani di Dusun Santrean, Desa Sumberejo siap panen namun was-was hancurnya harga sawi per kilogramnya. Padahal, sawi termasuk dalam hasil panen tertinggi di Kota Batu.

Tarmuji mengatakan, harga sawi sejak November 2022 lalu masih Rp 4 ribu per kilogramnya. Namun, awal tahun tepatnya Januari 2023 harganya justru semakin drop. ”Sekarang harga sawi Rp 1.500 per kilogramnya. Sekarang ini nasib petani semakin susah,” ungkapnya.

Dia mengaku, saat harga sawi menurun, harga pupuk tidak ikut turun. ”Pupuk NPK yang dulu Rp 8 hingga Rp 10 ribu. Sekarang menjadi Rp 20 ribu. Ini sungguh menyiksa petani,” katanya.

Hal yang sama juga dialami oleh Dwi Prasetyo. Dia menyatakan, sayur sawi sangat rentan rusak dan lebih cepat membusuk dalam perjalanan pengiriman. Penyebabnya, bisa karena hujan dan genangan air yang berlebihan. Biasanya, kalau setelah hujan lebat tanaman bisa rusak. Seperti, daunnya patah, kalau kelebihan air bisa busuk, dan sebagainya.

”Normalnya per ikat sawi di level petani dihargai Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kilogram. Tapi, kalau sayuran rentan busuk pasti harga bisa turun sejumlah Rp 1.500 per kilogram,” tandasnya. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno
#Kota Batu #harga sawi anjlok #radar batu #sawi #radar malang