Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pj Wali Kota Datang, Proyek Nggak Penting Bisa Hilang

Mardi Sampurno • Jumat, 20 Januari 2023 | 04:37 WIB
INFO GRAFIS: Data Proyek Kota Batu yang dianggap tidak urgen oleh Pj Walikota Batu.
INFO GRAFIS: Data Proyek Kota Batu yang dianggap tidak urgen oleh Pj Walikota Batu.
BATU - Penunjukan Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai bisa bisa menimbulkan konsekuensi baru. Dengan kewenangan yang hampir sama dengan wali kota definitif. Pj diizinkan mengubah rencana pembangunan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Hal ini ditegaskan melalui SK Mendagri Nomor 100.2.1.3 – 6344 Tahun 2022. Di mana salah satu wewenang Pj yakni dapat membuat kebijakan yang berbeda dengan program pembangunan pejabat sebelumnya. Itu artinya, Aries Agung Paewai nantinya bisa menentukan kebijakan pembangunan Kota Batu.

Sebagai informasi, sebelumnya sudah ada 7 proyek pembangunan yang direncanakan dilaksanakan tahun ini. Hal itu tercantum pada Rencana Prioritas Daerah (RPD) Kota Batu tahun 2023. Seperti misalnya Pembangunan SMPN 7 tahap dua, pembangunan art center, peningkatan trotoar dan jalan tembus Metro-Sidomulyo.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Batu Nurochman menyampaikan, masyarakat tak perlu khawatir dengan wewenang yang diberikan kepada Pj wali kota tersebut. Karena jika ada perubahan, tetap akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak legislatif. “Kami terbuka dengan review RPD. Intinya keputusan tidak hanya satu pihak, harus disetujui eksekutif maupun legislatif,” ujar Nurochman kemarin (18/1).

Politisi PKB itu menerangkan, bila memang terjadi perubahan rencana pembangunan, tak akan jauh dari RPD. Karena RPD merupakan pedoman pengganti RPJMD 2023-2026. “Soal nanti ada revisi oleh Pj dan menurut regulasi dibolehkan kami akan terima. Saya pikir Pj juga akan akomodatif dengan RPD yang sudah ada,” tandas Nurochman.

Sebelumnya, ada tiga rencana pembangunan yang mendapat catatan dari pihak legislatif dalam pembahasan APBD 2023. Yakni art center dengan nilai proyekRp 20 miliar, cold storage senilai Rp 12,3 miliar dan depo arsip senilai Rp 4 miliar. Catatan itu diberikan karena dewan menganggap belum adanya urgensi melaksanakan proyek-proyek pembangunan tersebut.

Sehingga mereka meminta kepada Pemkot Batu untuk mengalihkan anggaran kepada program yang lain. Ketika ditanya, apakah DPRD Kota Batu akan membawa catatan ini kepada Pj yang baru, Nurochman enggan memberikan jawaban secara gamblang.

Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batu Zadim Efisiensi mengatakan, dirinya akan menyerahkan keputusan sepenuhnya terkait rencana pembangunan kepada Pj yang terpilih. Dia menekankan akan membantu mengenalkan karakteristik Kota Batu kepada Aries Paewai. Mulai dari karakteristik warganya hingga permasalahan yang ada. “Semoga ke depan bisa lebih baik dengan ditunjuknya Pj,” tutup Zadim. (adk/lid) Editor : Mardi Sampurno
#Aries Agung Paewai #walikota batu #PJ Kota Batu #radar malang