BATU KOTA - Meski detail engineering design (DED) belum rampung, estimasi dana untuk revitalisasi Stadion Gelora Brantas Kota Batu bisa diketahui.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu Bangun Yulianto menyebut angka ratusan miliar.
Melihat desain dari pemenang sayembara, dia mengestimasi kebutuhan anggaran di angka Rp 150 hingga Rp 200 miliar.
”Tapi, itu masih perkiraan. Secara pastinya masih menunggu konsultan,” jelas dia, kemarin (21/2).
Hingga saat ini, dia menyebut bila pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak.
Seperti bidang kepemudaan dan olahraga KONI Kota Batu. Juga koordinasi dengan Askot PSSI Kota Batu.
Baca Juga : Renovasi Stadion Brantas Ditargetkan Mulai 2024
”Sebelumnya, kami sudah mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar untuk tender DED,” imbuh Bangun.
Dia memastikan bila konsep desain dari pemenang sayembara cukup unik.
Sebab di dalamnya ada lapangan sepak bola dengan standar nasional, area jogging, dan kantor untuk pengurus cabang olahraga (cabor) di Kota Batu.
”Pada intinya, kami ingin Kota Batu punya lapangan yang berstandar nasional. Dengan keterbatasan lahan, setidaknya latihan atlet bisa nyaman,” tuturnya.
Di tempat lain, Ketua KONI Kota Batu Sentot Ary Wahyudi menyambut baik keseriusan pemkot untuk merevitalisasi stadion tersebut.
Ke depan, dia berencana untuk menjadikan stadion tersebut sebagai pusat fasilitas latihan atlet-atlet di Kota Batu. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Radar Malang Online (@jawaposradarmalang)
Sebab, dari 34 cabor yang berada di bawah naungan KONI Batu, baru 12 cabor yang punya tempat latihan representatif.
Sedangkan, sebanyak 15 cabor belum mendapatkan tempat latihan yang memadai. Mereka harus menyewa di tempat lain.
Selanjutnya, juga ada tujuh cabor yang belum mempunyai tempat latihan.
”Saya berharap besar terhadap pembangunan Stadion Gelora Brantas, karena olahraga di Kota Batu layak diprioritaskan. Jika fasilitas olahraga memadai, otomatis juga mendatangkan antusias wisatawan,” terangnya. (ifa/by) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana